kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.180
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS663.000 0,30%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%
FOKUS /

Asa membangkitkan rupiah yang luruh: Rupiah tergencet, valas bank mengetat (2)

Rabu, 03 Oktober 2018 / 21:15 WIB

Asa membangkitkan rupiah yang luruh: Rupiah tergencet, valas bank mengetat (2)
ILUSTRASI. Asa Membangkitkan Rupiah yang Luruh


Strategi atasi risiko

Toh, para bankir sudah meracik ramuan untuk mengatasi risiko likuiditas valas. Ambil contoh Bank Mayapada yang akan melakukan strategi penyeimbangan DPK dengan kredit melalui deposito dan tabungan valas.

Menurut Haryono Tjahjarijadi, Presiden Direktur Bank Mayapada, pihaknya juga akan selektif menyalurkan kredit valas ke debitur yang memiliki pendapatan dalam valas.

Langkah serupa akan dilakukan BCA. “Ke depan, kami akan tetap mempertahankan penyaluran kredit valas dengan mempertimbangkan sumber pendanaan nasabah dan disalurkan sesuai batasan risk appetite perusahaan,” papar Jan Hendra, Sekretaris Perusahaan BCA.

Sementara itu, untuk mengantisipasi volatilitas nilai tukar yang tinggi, Bank Mandiri akan memberikan solusi kepada nasabah, yaitu produk lindung nilai (hedging) atas kredit valas yang dimiliki. Misalnya call spread dan cross currency swap.

Untuk menggenjot DPK valas, bank berlogo pita emas ini bakal melakukan tinjauan secara berkala. Ada empat komponen yang selalu diperhatikan, yaitu bagaimana proyeksi pertumbuhan aset (kredit), likuiditas pasar, maturity profile dari komposisi aset dan liabilitas bank, serta profitabilitas.

“Strategi pertumbuhan dana jangka pendek difokuskan pada pertumbuhan dana murah untuk menjaga tingkat LDR dan menekan biaya dana dan meningkatkan profitabilitas,” tandas Darmawan.             

Jurus BI Menarik Masuk DHE

Pemerintah terus mencari jurus ampuh untuk menarik devisa hasil ekspor (DHE) ke dalam negeri.

Salah satunya seperti yang ditempuh Bank Indonesia (BI) yang terus mendorong eksportir untuk mengonversi DHE ke BI langsung atau ke perbankan. Saat ini, biaya swap di Indonesia sudah lebih rendah daripada pasar.

Pada pekan lalu, BI menawarkan biaya swap senilai 4,67% untuk tenor 1 bulan, lalu  4,84% untuk tenor 3 bulan, dan 4,98% untuk tenor 6 bulan, dan  5,11% untuk tenor 12 bulan.

Sedangkan, penawaran biaya swap untuk pasar sebesar 4,65% untuk tenor 1 bulan, 5,01% untuk tenor 3 bulan, 5,10% untuk tenor 6 bulan, dan 5,20% untuk tenor 12 bulan.

Langkah tersebut memang perlu dilakukan BI. Maklum, simpanan deposito valas juga dipengaruhi oleh minimnya DHE yang masuk ke kas perbankan.

Nanang Hendarsah, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI mengatakan, langkah itu dilakukan BI agar terjadi peningkatkan swap dari DHE ke BI. 

“Saat ini, BI hanya mengelola foreign exchange (fx) swap senilai US$ 260 juta. BI menginginkan transaksi fx swap terus naik hingga akhir tahun,” kata Nanang kepada Nina Dwiantika dari Tabloid KONTAN.

Bank sentral mencatat, DHE selama kuartal II-2018 baru mencapai US$ 34,7 miliar. Dari jumlah tersebut, yang masuk ke perbankan domestik sebesar US$ 32,1 miliar atau 92,4%. Jumlah ini turun dari 92,9% di kuartal I-2018. 

** Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi  10 September-16 September  2018. Artikel berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link ini: "Rupiah Tergencet, Valas Bank Mengetat"


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0492 || diagnostic_web = 0.5699

Close [X]
×