kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • EMAS622.149 -0,48%
FOKUS /

Asa membangkitkan rupiah yang luruh: Rupiah tergencet, valas bank mengetat (2)

Rabu, 03 Oktober 2018 / 21:15 WIB

Asa membangkitkan rupiah yang luruh: Rupiah tergencet, valas bank mengetat (2)
ILUSTRASI. Asa Membangkitkan Rupiah yang Luruh



Alarm krisis likuiditas perbankan sudah menyala. Indikasi ini bisa dilihat dari rasio likuiditas perbankan. Salah satunya dengan melihat tingkat loan to deposit ratio (LDR) perbankan.

LDR adalah rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan  bank dan jumlah penerimaan dana dari berbagai sumber.

Nah, berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dirilis Otoritas Jasa keuangan (OJK), di sepanjang tahun ini, LDR perbankan menunjukkan tren meningkat.

Pada Juni tahun ini, misalnya, LDR perbankan sudah tembus 92,76%. Jika dibandingkan dengan periode sama di tahun 2017 yang sebesar 89,59%, LDR perbankan naik 317 basis points (bps) secara tahunan atau year on year (lihat tabel).

Seperti diketahui, semakin tinggi tingkat LDR, hal itu menunjukkan bahwa likuiditas bank juga akan semakin ketat. Maklum, penyaluran kredit bank dibiayai oleh dana pihak ketiga (DPK) yang sewaktu-waktu dapat ditarik.

Celakanya, di tengah loyonya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) yang pada Kamis pekan lalu tembus di level Rp 14.891, likuiditas valuta asing (valas) perbankan di tanah air juga kian mengetat.

Data OJK sampai Juni 2018 menunjukkan, rasio kredit dibanding DPK (LDR) valas perbankan naik.

Secara industri, rasio LDR valas sebesar 95,9% atau naik 890 bps secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode sama sebelumnya 86,99%

Dari tiga kelompok bank, yaitu bank BUMN, bank swasta dan bank asing, tercatat bank asing mempunyai LDR valas tertinggi disusul bank swasta dan bank BUMN.

Sampai Juni 2018, bank asing mempunyai LDR valas 142,41%. Adapun LDR valas bank swasta 93,22%, dan bank BUMN 86,85%.

Hampir seluruhnya kelompok bank ini mencatat kenaikan LDR valas, kecuali bank asing yang turun dari posisi tahun 2017 (yoy) yang mencapai 156,6%.

Kelompok bank BUMN, swasta, dan asing memang merupakan bank dengan pangsa pasar kredit dan DPK valas terbesar.

Bank swasta masih merupakan kelompok bank yang paling getol menyalurkan kredit valas dengan pangsa pasar 47% dari total kredit valas perbankan, disusul bank BUMN (36%) dan bank asing (16%).

Dari sisi DPK valas, penguasa pasar masih dari bank swasta sebesar 49% dari total DPK valas perbankan, disusul bank BUMN (40%) dan bank asing (10%).


KURS RUPIAH

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.5202 || diagnostic_web = 2.3290

Close [X]
×