kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,09   6,67   0.95%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Apakah ramalan krisis finansial 2020 Roubini akan jadi kenyataaan akibat corona?


Selasa, 17 Maret 2020 / 05:05 WIB
Apakah ramalan krisis finansial 2020 Roubini akan jadi kenyataaan akibat corona?

Reporter: Abdul Basith, Benedicta Prima, Grace Olivia, Nur Qolbi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi di negara-negara China bisa turun sebesar 0,3%-1,7% dan negara-negara Asia non-China sebesar 0,2%-0,5%. Ini adalah prediksi dengan skenario terburuk. ADB meramal pertumbuhan ekonomi global bisa turun sebesar 0,1%-0,4% dengan kerugian finansial antara US$ 77 miliar dan US$ 347 miliar.

Sedangkan lembaga rating S&P memperkirakan kerugian finansial akibat virus corona bisa mencapai US$ 211 miliar, hanya di Asia Pasifik. S&P memandang langkah-langkah pelonggaran fiskal seperti keringanan pajak dan dan subsidi langsung bisa memberi sokongan bagi industri dan rumah tangga.

"Mungkin kebijakan ini tidak akan membuat kondisi ekonomi rebound selama wabah belum teratasi secara global, tapi mampu melunakkan dampak dan membantu mengurangi potensi kerugian kawasan," kata Shaun Roache, Kepala Ekonom Asia Pasifik, pada 8 Maret 2020 lalu.

Baca Juga: The Fed pangkas suku bunga, investor khawatir kemungkinan terburuk terjadi

Adapun S&P memperingatkan,  pelonggaran moneter di  negara-negara emerging market yang masih mengalami defisit transaksi berjalan (CAD) perlu dilakukan secara lebih hati-hati.

Pemotongan suku bunga acuan di negara  dengan masalah CAD seperti India, Indonesia, dan Filipina sangat bergantung pada ruang kebijakan yang disediakan oleh Federal Reserve serta pada kondisi finansial yang menghadapi tantangan derasnya arus modal yang keluar dari pasar.

"Jika The Fed memotong suku bunga dua atau tiga kali tahun ini, bank-bank sentral ini, seperti Malaysia dan Thailand, kemungkinan akan mengikuti dengan pemotongan 50bps-75bps. Di Vietnam, pelonggaran kebijakan lebih mungkin dilakukan melalui devaluasi nilai tukar,”  tandas Shaun.

Baca Juga: Dampak virus corona, Ekonom Mandiri pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 0,3%

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global tahun ini akan berada di bawah pertumbuhan tahun lalu yang sebesar 2,9%. Pertumbuhan tahun lalu pun mencapai level terendah sejak tahun 2009 yang saat itu berkontraksi 0,7%.

Managing Director IMF Kristalina Georgieva mengatakan, sejauh mana penurunan pertumbuhan tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu masih sulit diprediksi.

"Apa yang membantu sekarang ini adalah tindakan terkoordinasi. Siapa peduli jika penurunan ekonomi mencapai 0,1% atau 0,4% atau 0,5%? Jika kita bertindak dan fokus pada tindakan tersebut, banyak nyawa diselamatkan, kesengsaraan akan berkurang, dan ekonomi akan naik lebih cepat," kata Georgieva seperti dikutip Reuters pada 5 Maret 2020 lalu.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×