kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,09   6,67   0.95%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Apakah ramalan krisis finansial 2020 Roubini akan jadi kenyataaan akibat corona?


Selasa, 17 Maret 2020 / 05:05 WIB
Apakah ramalan krisis finansial 2020 Roubini akan jadi kenyataaan akibat corona?

Reporter: Abdul Basith, Benedicta Prima, Grace Olivia, Nur Qolbi, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

Pasar finansial global tertekan sejak pekan terakhir Februari lalu. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah turun 25,54% sejak awal tahun. Para analis melihat bahwa penurunan IHSG di kuartal pertama ini terutama disebabkan oleh pandemi virus corona. Alhasil, kebijakan pasar modal yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya bersifat menahan kejatuhan lebih lanjut.

Analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai, strategi yang telah dilakukan oleh BEI dan OJK sudah cukup untuk menahan penurunan lebih dalam. apabila dilihat secara keseluruhan sebenarnya pasar dalam kondisi panik. Investor menjual saham-saham secara masif akibat ketakutan jika bursa dapat kembali turun.

Baca Juga: Darurat Corona Bikin Dunia Usaha Kian Merana

“Indeks masih turun karena sekarang ini masyarakat diselimuti oleh kepanikan, sehingga upaya-upaya yang dilakukan oleh OJK dan BEI sebenarnya lebih kepada meredakan kepanikan yang ada dari masyarakat,” kata Chris kepada Kontan.co.id, Kamis (12/3).

Menurut Chris, IHSG bisa kembali terangkat setelah emiten merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun ini. Dengan begitu, pelaku pasar akan melihat seberapa berdampak dari penyebaran virus corona terhadap kinerja emiten.

Selain itu, pasar juga menunggu kabar baik mengenai penanganan terhadap virus corona (Covid-19) ini. Penurunan IHSG masih terkait kekhawatiran pasar atas penyebaran virus yang semakin meluas hingga ke pemerintahan.

Baca Juga: Anjlok Akibat Profit Taking, Begini Proyeksi Harga Emas Antam

Sementara itu, Analis Panin Sekuritas William Hartanto menuturkan, pelaku pasar membutuhkan ketenangan dari sentimen-sentimen negatif yang beredar saat. Dia menyarankan investor untuk wait and see lebih dulu. “Jangan buru-buru beli, tapi juga disarankan untuk tidak panic sell,” kata William.

Pasar saham biasanya mencerminkan kondisi enam bulan ke depan ekonomi riil. Berarti, penurunan pasar saham yang terjadi saat ini merupakan antisipasi penurunan laju pertumbuhan ekonomi global.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×