kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Apa yang membuat Indonesia kalah molek dari Vietnam dan Thailand?


Minggu, 10 November 2019 / 00:51 WIB

Apa yang membuat Indonesia kalah molek dari Vietnam dan Thailand?
ILUSTRASI. Warga menyebrang menggunakan fasilitas Pedestrian Light Controlled Crossing (Pelican Crossing) di Halte GBK, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). Pelican Crossing tersebut difungsikan sebagai pengganti Jembatan Penyebrangan Orang


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketika perusahaan-perusahaan global semakin terlihat memindahkan basis produksinya dari China untuk menghindari pengenaan tarif dari Amerika Serikat (AS), imbas dari perang dagang yang lebih setahun berjalan.

Justru Indonesia, dengan jumlah tenaga kerja terbesar kehilangan peluang tersebut. Kalah bersaing memikat dengan negara-negara tetangga yang lebih gesit seperti Vietnam dan Thailand.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa jabatan pemerintahan pertamanya berusaha meningkatkan infrastruktur. Melakukan upaya membersihkan hambatan birokrasi dan peraturan yang jauh lebih ramah bagi investor.

Baca Juga: Inilah negara dengan paspor terlemah di dunia

Tapi kenyataannya, upaya-upaya itu tidak cukup membantu dalam kondisi ekonomi dan lanskap global yang melambat saat sekarang ini.

Melansir Bloomberg, Sabtu (9/11) ada sejumlah catatan menyangkut hal ini:

1. Seberapa jarak ketertinggalan Indonesia?

Bank Dunia pada September lalu dalam presentasinya yang diberikan ke Jokowi menyebutkan dari 33 perusahaan China yang mengumumkan rencana untuk mendirikan atau memperluas ke luar negeri dari Juni hingga Agustus, tidak ada yang berencana untuk pindah ke Indonesia.

Ada 23 ditetapkan untuk pindah ke Vietnam dengan sisanya menuju ke Thailand, Kamboja, Malaysia, India, Meksiko, dan Serbia. "Bisnis pindah dari China tetapi tidak datang ke Indonesia karena tetangga Indonesia lebih ramah," kata Bank Dunia.

Baca Juga: Trump ogah tarik beleid tarif impor, kesepakatan dagang dengan China mentah lagi

Jokowi sendiri telah mengeluh lamanya proses penanaman modal yang mungkin butuh waktu bertahun-tahun. Sementara sebuah perusahaan dapat mengamankan semua persetujuan yang diperlukan untuk pindah ke Vietnam dalam dua bulan.

Investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia sebagai persentase dari produk domestik bruto (PDB) terbilang rendah (dan cukup stagnan) dibandingkan dengan negara tetangga.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×