kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.197
  • EMAS622.149 -0,48%

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?

Jumat, 25 Mei 2018 / 20:35 WIB

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?



Tempuh jalur hukum

Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK II Bambang W. Budiawan mengatakan, pihaknya, tidak bisa berbuat lebih jauh untuk menyelesaikan kasus gagal bayar MTN SNP Finance. OJK membatasi peran untuk memfasilitasi penanganan pengaduan konsumen.

Sebab, kata Bambang, sumber dana pihak ketiga dalam neraca multifinance tidak seperti dana simpanan di perbankan. Jika bank  bangkrut, ada lembaga penjamin simpanan (LPS). Berbeda dengan multifinance, karena MTN merupakan kesepakatan para pihak.
 
"Ini mengenai hubungan keperdataan. SNP Finance default atau wan prestasi, maka investor melalui arranger atau agen pemantau MTN bisa menuntut ke SNP Finance," kata Bambang, Kamis (24/5).

Itu sebabnya, untuk menyikapi kerugian akibat gagal bayar, Bambang menyarankan para investor MTN SNP Finance menempuh jalur hukum atau legal action terhadap pemilik dan pengurus SNP Finance. “Kami juga mewajibkan SNP bertanggung jawab atas segala sesuatu tindakan dan perbuatan hukum yang diambil,” ujarnya.

OJK telah menjatuhkan sanksi pembekuan kegiatan usaha SNP Finance. Apabila tidak ada itikad baik dari perusahaan, OJK akan mencabut izin usaha. "Tetapi secara badan hukum belum bubar, karena harus membayar utang ke kreditur perbankan dan pemegang MTN," imbuh Bambang.

Sebagai gambaran, SNP Finance berdiri pada tahun 2000. Pada 2002, Grup Columbia mengakuisisi SNP Finance dari Hari Darmawan, pendiri bisnis ritel Matahari. Kemudian, pada 2004, SNP Finance kembali beroperasi secara penuh di bawah bendera Grup Columbia. Per 31 Desember 2017, sebesar 66,66% saham SNP Finance dikuasai oleh Leo Chandra dan keluarga melalui PT Cipta Pratama Mandiri. Sedangkan, 33,34% sisanya dikuasai Leo Chandra secara langsung.

Leo Chandra merupakan pendiri dan pemegang saham pengendali Grup Columbia yang bergerak di segmen pembiayaan perabot rumah tangga dan retailer. Jaringan Grup Columbia terdiri atas 358 gerai dan 27 gerai mobil yang tersebar di seluruh Indonesia.

 


0

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0684 || diagnostic_web = 0.4880

Close [X]
×