: WIB    --   
indikator  I  

Yuk, kritisi calon bos OJK

Yuk, kritisi calon bos OJK

Edward P. Lubis, Ketua Asosiasi Manajer Investasi (AMI) juga keberatan dengan iuran OJK atas manajer investasi yang dipungut berdasarkan dana kelolan atau asset under management (AUM) . Menurutnya, iuran lebih baik diambil dari persentase pendapatan manajer investasi.

Edward juga minta OJK mensinergikan aturan yang ada dengan pengembangan industri reksadana dan bursa saham. "Jangan hanya menerbitkan peraturan tapi tak membuat pasar lebih efisien," tandasnya.

Sementara, Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, pendalaman pasar dan peningkatan inklusi keuangan juga masih jadi pekerjaan rumah OJK. "Ini perlu banyak inovasi agar pangsa pasar keuangan kita makin meningkat," ucapnya. 

Dia juga menekankan OJK untuk lebih mendorong konsolidasi perbankan agar industri efisien. Sebab, jumlah bank umum di Indonesia masih sangat banyak.

Menurut Kartika, jika jumlah bank semakin banyak, industri perbankan akan bertambah sulit menurunkan suku bunga (kredit). "Konsolidasi ini penting, kenapa bunga kredit susah turun? karena bangkunya (jumlah bank) sangat banyak. Jadi, ini tantangan besar supaya perbankan lebih sedikit, sehingga suku bunga tidak rigid untuk dikelola," sarannya.

Susy Meilina, Ketua Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI)  menambahkan, pendalaman produk jasa keuangan terutama di pasar modal harus ditingkatkan.

Minimnya jumlah investor pasar modal harus menjadi perhatian pengurus baru OJK. Menurut Susy, perlu ada penambahan jumlah investor, tapi tentunya investor yang berkualitas.


Reporter Dupla Kartini, Galvan Yudistira, Handoyo, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Petrus Sian Edvansa, Ramadhani Prihatini, Teodosius Domina
Editor Dupla KS

PIMPINAN OJK

Feedback   ↑ x