: WIB    --   
indikator  I  

Tax Amnesty berakhir, Pajak siapkan bidikan baru

Tax Amnesty berakhir, Pajak siapkan bidikan baru

Perolehan pajak tetap seret

Dengan semangat pengampunan pajak dan tarif tebusan mini, pemerintah belum bisa mengandalkan tax amnesty untuk mendongkrak perolehan pajak.  

Tahun 2016, realisasi penerimaan pajak Rp 1.104,9 triliun. Jumlah itu lebih rendah dari target APBN-P sebesar Rp 1.355,2 triliun.  Realisasinya, hanya tumbuh 4% dari tahun sebelumnya.

Padahal, jika mengacu pada pertumbuhan pajak secara alamiah minimal harus tumbuh 8%, dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi 5% ditambah laju inflasi 3%.

Dalam APBN 2017, pemerintah mematok target penerimaan pajak sebesar Rp 1.307,3 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi APBN-P 2016, target itu tumbuh sebesar 18%.

Managing Partner DDTC Darussalam memperkirakan, realisasi penerimaan pajak tahun 2017 diperkirakan hanya sebesar Rp 1.226 triliun. Jumlah itu 6% lebih rendah dari target pemerintah.

Menurut Darussalam, proyeksi itu telah mempertimbangkan pelambatan ekonomi yang terjadi, tingkat inflasi dan dampak kebijakan tax amnesty. Hanya saja, Darussalam menganggap target pemerintah masih realistis untuk dicapai.

Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Direktorat Jenderal Pajak Yon Arsal mengatakan, sementara ini berdasarkan data yang ia kumpulkan, penerimaan pajak dari Januari hingga Februari 2017 tercatat Rp134,6 triliun yang di dalamnya sudah termasuk PPh Migas.

Angka ini menunjukkan bahwa Februari 2017 penerumaan pajak tumbuh 8,15%. Pada periode yang sama tahun lalu menurut Yon, penerimaan pajak tercatat sebesar Rp 124,4 triliun

“Jadi sebenarnya, ini sinyalnya positif,” kata Yon pekan lalu.


Reporter Ghina Ghaliya Quddus, Sanny Cicilia

PAJAK

Feedback   ↑ x
Close [X]