: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Siap-siap, properti menanti musim semi (1)

Siap-siap, properti menanti musim semi (1)

Prospek Membaik Tapi Belum Melejit

Industri properti kembali mendapat asupan sentimen positif. Yang terbaru adalah kebijakan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate 25 basis point (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 22 September 2017. Dus, suku bunga acuan BI kini ada di level 4,25%.

Ini artinya, dalam dua RDG berturut-turut, bank sentral sudah menggunting suku bunga acuannya sebanyak 50 bps. Pada 22 Agustus lalu, bunga acuan bank sentral juga diturunkan 25 bps.

Bank Indonesia menyebut penurunan bunga acuan ini sejalan dengan realisasi inflasi 2017 yang rendah serta perkiraan inflasi 2018 dan 2019 yang berada di titik tengah kisaran sasaran. Tahun ini, BI berasumsi inflasi bisa dijaga di 4% (plus minus 1%).

Tahun depan, asumsinya laju inflasi bisa di bawah 3,5% (plus minus 1%). Asumsi itu bisa dicapai asal Pemerintah tidak mengutak-atik administrated price yang membuat inflasi bakal berlari kencang.

Di sisi lain, penjualan properti tahun ini mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Meskipun, kenaikannya belum terlalu signifikan. Data BI menunjukkan, volume penjualan properti residensial di pasar primer pada kuartal I tumbuh 4,16% (quartal-to-quartal/qtq).

Kuartal berikutnya, masih terjadi pertumbuhan meski cuma 3,61% (qtq). Tren penjualan yang cenderung mendatar ini sudah berlangsung sejak kuartal II-2016.

Meski begitu, kondisi saat ini bisa dikatakan lebih baik. Sebab, titik nadir penjualan properti di pasar primer pernah terjadi di kuartal I 2016 ketika pertumbuhannya cuma 1,51% (qtq).

Angka itu terlihat sangat mini jika melihat angka pertumbuhan 40,07% (qtq) di kuartal IV 2014. (Lihat infografis: Pertumbuhan Penjualan Rumah di Pasar Primer)

Filianingsih Hendarta, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI bilang, sektor properti tahun ini memang masih menghadapi tantangan. Daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Ini  diperkuat pula dengan perilaku wait and see masyarakat atas kondisi perekonomian ke depan. “Siklus properti hingga semester 1 2017 masih dalam tahapan yang melambat. Hal ini sejalan dengan riset BI yang menunjukkan bahwa siklus properti di Indonesia adalah sekitar 8 tahunan,” ujar dia.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

INDUSTRI PROPERTI

Feedback   ↑ x
Close [X]