: WIB    --   
indikator  I  

Sekelumit info proposal pajak kontroversial Trump

Sekelumit info proposal pajak kontroversial Trump

NEW YORK. Penantian warga dunia mengenai kebijakan pajak Donald Trump akhirnya berakhir. Sayangnya, proposal pajak tersebut masih diliputi dengan ketidakpastian. 

Pada Rabu (26/4) sore waktu setempat, pemerintahan Trump pada akhirnya merilis proposal kebijakan pajak teranyarnya, yang lebih menitikberatkan pada pemangkasan pajak.

Sejauh ini, Trump ingin memotong tingkat pajak individu, dari sebelumnya 39,6% menjadi 35% dan menurunkan jumlah tarif total dari sebelumnya tujuh menjadi tiga. Tidak hanya itu, Trump juga ingin memangkas tarif pajak tertinggi untuk semua pelaku bisnis hingga 15%. Jauh di bawah nilai tertinggi yang berlaku saat ini.

Hanya saja, proposal kebijakan pajak ini masih menyisakan banyak pertanyaan tak terjawab. Diprediksi, kondisi ini akan memicu rasa skeptis para anggota Kongres, meskipun Kongres saat ini dikuasai oleh Republik.

Faktanya, sejumlah anggota Partai Republik atau yang kerap dikenal dengan GOP menilai Gedung Putih tidak memberikan kontribusi atas diskusi serius mengenai reformasi pajak. Pasalnya, proposal pemerintahan Trump hanya menekankan pemangkasan pajak dengan minim penjelasan mengenai bagaimana mereka akan dibayarkan.

"Ini bukan merupakan reformasi pajak. Mendekati saja tidak," jelas salah satu anggota senior GOP kepada CNN.

Lalu apa saja proposal pajak yang diajukan Trump?

- Pajak pendapatan individu yang lebih rendah:

Proposal ini mengusulkan untuk memangkas jumlah pajak kolektif dari tujuh menjadi tiga untuk individu, yang akan ditetapkan menjadi 10%, 25%, dan 35%. Sementara, pajak yang berlaku sekarang adalah 10%, 15%, 25%, 28%, 33%, 35%, dan 39,6%.

Permasalahannya, Gedung Putih belum menjabarkan secara spesifik bagaimana pendapatan seseorang akan diberlakukan pada tiga pajak yang diajukan Trump. Sehingga, sulit dilakukan kalkulasi perubahan yang ada dalam hitungan dollar dan sen bagi warga AS.

Selama masa kampanye, Trump terus menerus menyebut masalah pemotongan pajak menjadi 10%, 20%, dan 25%. Tapi kemudian dia merevisi proposalnya dengan ke tingkat pajak yang diusulkan oleh anggota Republik di DPR yakni: 12%, 25%, dan 33%.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin pada Rabu lalu mengatakan, proposal baru pajak ini akan menawarkan pemotongan pajak dan reformasi pajak terbesar dalam sejarah Amerika. Sayangnya, tanpa penjelasan mendetil dari Gedung Putih, pernyataan tersebut sulit diverifikasi.

- Pemangkasan pajak bisnis:

Trump ingin menggunting pajak bisnis paling tinggi untuk seluruh bisnis menjadi 15%, sesuai janjinya saat kampanye. Angka tersebut jauh berada di bawah pajak paling tinggi untuk korporasi pada saat ini yaitu 35%.

Penurunan sebesar 15% itu akan menjadi penurunan besar dari tingkat tertinggi 39,6% yang dibayarkan para pemilik perusahaan dan pemegang saham perusahaan pass-through. Hal ini akan berlaku untuk toko kelontong hingga firma hukum dan hedge fund. Dalam bisnis pass-through, pemilik dan pemegang saham melaporkan laba atas pengembalian pajak pribadi mereka.

- Satu kali pajak dari keuntungan luar negeri:

Presiden akan mengusulkan untuk penerapan pajak rendah sebanyak satu kali pada keuntungan yang didapat dari luar negeri senilai US$ 2,6 triliun oleh perusahaan multinasional dan secara teknikal tidak pernah dibawa kembali ke Amerika.

- Mengganti ke sistem pajak teritorial:

 Saat ini, perusahaan AS harus membayar pajak untuk seluruh keuntungan yang mereka dapat, di negara manapun mereka mendirikan usaha.

Trump saat ini mendukung usulan Republik yang ingin mengganti sistem pajak ke sistem teritorial untuk pengusaha. Itu artinya, perusahaan AS hanya berutang pajak kepada negara atas keuntungan yang mereka dapatkan di AS.


SUMBER : money.cnn,CNBC,Reuters
Editor Barratut Taqiyyah Rafie

AMERIKA SERIKAT / AS

Feedback   ↑ x
Close [X]