: WIB    —   
indikator  I  

Presiden Jokowi: Pengusaha tak usah bicara politik

Presiden Jokowi: Pengusaha tak usah bicara politik

JOKOWI: Kalau tadi tujuannya menarik investasi, bagaimana nasib pengusaha lokal? Kalau melihat undisbursed loan sekarang, sepertinya banyak pengusaha lokal yang belum gerak. Penambahan investasi baru masih kecil.

JOKOWI: September ini saya mau roadshow ke pengusaha di beberapa kota untuk menyampaikan angka- angka tadi. Cari tahu apa yang menjadi alasan wait and see. Apalagi? Wong semuanya sudah kita pegang kok.

Apalagi yang mereka butuhkan supaya uang segera dilepas untuk investasi. Uang dilepas untuk ekspansi dan kejar peluang yang ada. Apalagi, kok masih wait and see, wait and see dan kata- katanya kok tidak ganti- ganti.

KONTAN: Pengusaha juga mengeluhkan soal daya beli masyarakat?
JOKOWI:
Daya beli itu kan asal mereka investasi, daya beli akan membaik juga. Itu selalu melihat, soal daya beli yang dilakukan pemerintah. Sebetulnya 70% itu kan ada di swasta, pengaruh APBN hanya 30%.

Makanya tahun depan Program Keluarga Harapan (PKH) kami perluas dari 6 juta menjadi 10 juta keluarga, supaya daya beli menguat. Lalu, Kartu Indonesia Pintar sudah diberikan ke 19 juta siswa. Dana langsung ke masyarakat tapi tersistem lewat kartu.

Dana Desa juga yang dulu Rp 20 triliun, sekarang sudah Rp 60 triliun. Ini kan supaya peredaran uang di desa lebih banyak. Arahnya ke situ. Yang ditunggu ini yang 70% itu.

Yang sekarang selalu wait and see, yang akan kita dorong. Jangan malah teriak APBN. APBN itu kan hanya 30% saja. Saya kan dorong agar BUMN dan swasta mengeluarkan uangnya, modalnya yang ditahan. Karena kita melihat saving rate naik. Itu yang akan kami dorong.

KONTAN: Soal dominasi BUMN yang selama ini dikeluhkan swasta?
JOKOWI:
Tidak juga. Tidak ada. Apa sih yang berubah dari BUMN kita sekarang? Dari dulu juga sama saja.

KONTAN: Hampir semua anak BUMN kan memiliki usaha di sektor properti?
JOKOWI:
Tapi itu dari dulu kan? Bukan hanya terjadi sekarang saja. Apakah itu muncul sekarang? Itu dari dulu.

KONTAN: Iya, tetapi kan geliat bisnisnya sekarang lebih kencang?
JOKOWI: Tidak, ah. Kalau yang lebih kencang memang iya. Itu yang kami dorong. Kami berikan penugasan, tapi yang lain tidak. Semua sama saja.


Reporter Tim KONTAN
Editor Mesti Sinaga

JOKOWI

Feedback   ↑ x
Close [X]