| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.473
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS600.960 -0,17%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Peta konglomerasi pasca 20 tahun reformasi (2): Munculnya para taipan baru

Rabu, 04 Juli 2018 / 16:34 WIB

Peta konglomerasi pasca 20 tahun reformasi (2): Munculnya para taipan baru
ILUSTRASI. Pengusaha Chairul Tanjung

* CT Grup

Ketika bisnis ritel tiarap, CT Corp melalui anak usahanya, PT Trans Ritel Indonesia justru menggeber pembukaan 22 gerai di berbagai daerah di tahun lalu.

Melalui bendera Transmart, CT Corp melakukan strategi baru dalam bisnis ritel yaitu menggabungkan sarana berbelanja, bersantap, bermain, dan menonton dalam satu atap. Strategi ini disebut sebagai transformasi bisnis ritel modern.

Tahun ini, CT Corp menargetkan pembukaan gerai Transmart minimal sama dengan tahun ini. Tahun ini, Transmart Pontianak dan Kupang sudah beroperasi. Selanjutnya Banjarmasin, Jambi, Tasikmalaya, Jember, dan Cilegon.

Selain itu dari bisnis properti, CT Corp juga tengah tancap gas. Mereka tengah mengembangkan empat kawasan terpadu atawa mixed use dengan total investasi senilai Rp 10 triliun.

Grup ini akan mengupayakan dana melalui kas internal, pinjaman luar negeri, dan kerjasama dari investor. Mixed use itu terdiri dari hunian, perkantoran, pusat perbelanjaan, dan wahana permainan.

Adapun empat kawasan mixed use yang mereka kembangkan adalah Trans Park Cibubur dengan investasi senilai Rp 3 triliun, Trans Park Juanda Bekasi dengan investasi Rp 3 triliun, Trans Icon Surabaya dengan investasi Rp 2 triliun, dan Trans Park Bintaro dengan investasi Rp 2 triliun. Untuk proyek di Bintaro, CT Corp sudah mendapatkan kerjasama dengan dua investor dari Singapura.

Mulai tahun ini, CT Corp akan menggarap proyek mixed use di BSD City dengan luas 20 hektare. “Ini adalah proyek super dan kami bawa konsep Las Vegas tanpa judi,” ujar Chairal Tanjung, Chief Executive Officer (CEO) Trans Property.

Bisnis ritel dan properti CT ini terhitung bisnis baru. Sebelum kondang sebagai pengusaha ritel, CT lebih dikenal dengan media televisi yang dimilikinya, Trans TV.

Trans TV hadir tahun 2005, lalu tahun 2006, CT menguasai TV 7 dan diubah menjadi Trans 7. Nama CT makin bergaung saat mencaplok PT Carrefour Indonesia dan mengganti nama jadi Transmart.

Sebelumnya, CT juga membuat gebrakan dengan membuat wahana bermain dalam ruangan pertama di Indonesia dengan brand Trans Studio.      ◆

Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi  21 - 27 Mei 2018. Artikel berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link berikut: "Merintis Pra Krismon, Kini Memetik Hasil"


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk, Fransiska Firlana
Editor: Mesti Sinaga

KONGLOMERASI

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0417 || diagnostic_web = 0.2341

×