kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Pembatasan impor tembakau justru jadi kompor (2)

Rabu, 17 Januari 2018 / 14:40 WIB

Pembatasan impor tembakau justru jadi kompor (2)
ILUSTRASI. HARGA TEMBAKAU PETANI NAIK

Namun, ia mengingatkan, aturan ini bisa berbalik menjadi bumerang jika implementasi di lapangan tidak berjalan dengan baik. Yang ia maksud terkait dengan pelaksanaan aturan ini di lapangan.

Jika pengawasannya tidak berjalan maksimal, jangan-jangan impornya tetap berjalan. Tembakau petani lokal malah tidak terserap.

Kekhawatiran berikutnya, selama ini pabrik rokok mempunyai standar tertentu terkait tembakau yang mereka gunakan. Termasuk saat menyerap tembakau yang dihasilkan petani lokal.

Nah, dengan dalih standar kualitas, pabrikan bisa saja terpaksa tidak menyerap semua tembakau lokal. Sebagai akibatnya, mereka tidak bisa mengimpor tembakau lantaran tidak memenuhi persyaratan serapan tembakau lokal.

Ujung-ujungnya, produksi rokok bakal kembali turun. Kalau sudah begini, petani lokal juga yang akan dirugikan. Apalagi, tembakau lokal merupakan bahan tambahan dalam pembuatan rokok. Jadi, apabila bahan pokok yang kebanyakan diimpor itu dibatasi, maka produksi akan turun.

Resistensi terhadap Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 84 tahun 2017 tidak cuma datang dari kalangan petani tembakau. I Ketut Budhiman, Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) ikut mengkritisi aturan ini.

Bukan apa-apa, jika pembatasan impor tembakau membuat volume produksi rokok menurun, petani tembakau akan ikut terkena getahnya. Sebab, sekitar 94% dari total produksi cengkeh nasional diserap oleh industri rokok. (baca boks: Petani Cengkeh Dijepit Dua Permendag)

Belum solutif

Di sisi lain, bukannya tidak mengapresiasi niat baik pemerintah. Namun, pembatasan impor belum tentu bisa mengentaskan persoalan pelik yang dihadapi petani tembakau lokal selama ini.

Jenis tembakau impor yang dibatasi Menteri Perdagangan, memang tembakau yang tidak bisa dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Soeseno bilang, jenis tembakau seperti virginia, oriental, dan burley yang memang sulit tumbuh dan produktif di Indonesia.

“Jadi heran juga kenapa malah jenis tembakau ini yang impornya dibatasi,” tandas Soeseno.

Ambil contoh jenis tembakau virginia. Wilayah penghasil tembakau virginia di Indonesia hanya ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Jawa Timur. Terbesar, baik secara luas lahan maupun produksi berasal dari NTB, yakni Kabupaten Lombok Timur.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

TEMBAKAU

Komentar
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web = 0.2208

Close [X]
×