: WIB    --   
indikator  I  

Optimisme menyambut investment grade dari S&P

Optimisme menyambut investment grade dari S&P

Mulai beranjak ekspansi

Untuk menjaga dan semakin memperkuat tren pemulihan ekonomi ini, sangat diperlukan dorongan dari belanja pemerintah. Pasalnya, belanja pemerintah memberikan multiplier effect ke berbagai sektor termasuk mendorong masuknya investasi swasta serta meningkatkan daya beli masyarakat. 

Lihat saja pertumbuhan ekonomi pada kuartal empat tahun lalu, karena belanja pemerintah melambat 4,05% secara tahunan, akhirnya membawa ekonomi secara keseluruhan 2016, hanya tumbuh  5,02%, padahal dalam periode  yang sama, ekspor sudah tumbuh 4,24% secara tahunan, investasi tumbuh 4,8% dan konsumsi masyarakat tumbuh 4,99%. 

Fakhrul meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2017, akan tumbuh sekitar 5,3%. Pasalnya, kenaikan inflasi merupakan  cerminan adanya pergerakan dan peningkatan permintaan di pasar, yang lebih tinggi dibandingkan ketersediaan sisi suplai. 

Kenaikan inflasi bukan hal yang perlu terlalu dikhawatirkan. Sepanjang kenaikan inflasi itu terjadi secara perlahan atau tidak fluktuatif. Kenaikan inflasi yang  terjadi secara global adalah sinyal positif bahwa konsumsi masyarakat semakin kuat. 

Meski tercatat deflasi pada Maret 2017, Fakhrul masih mempertahankan perkiraan inflasi sampai akhir 2017 berada di kisaran 4,4%, sejalan dengan target Bank Indonesia sekitar 3%-5%. "Perekonomian mulai beranjak ekspansi meski dorongan dari belanja pemerintah belum maksimal. Rasanya tidak ada keperluan BI untuk menaikkan suku bunga pada bulan ini," jelas Fakhrul. 

Tapi seperti dikutip CNBC, Rohit Garg, Asia fixed income and currency strategist di Bank of America Merrill Lynch mengatakan tidak melihat S&P akan meng-upgrade rating Indonesia pada tahun ini. Alasannya, kredit bermasalah di perbankan Indonesia masih tinggi. Ini akan memberatkan S&P untuk mengubah pendapatnya terhadap surat utang Indonesia jadi layak investasi.  

Per akhir Desember 2016 NPL perbankan mencapai level 2,93%. Jika merujuk pada bulan sebelumnya, per November 2016 tercatat NPL perbankan menyentuh angka 3,1%. Sementara, jika dibandingkan dengan akhir tahun 2015 lalu, NPL masih terbilang stabil yakni di level 2,4%. BI mencatat rasio NPL perbankan di awal 2017 kembali mengalami peningkatan. Per Januari 2017, NPL gross menjadi 3,1%.

  


Reporter Adinda Ade Mustami, Ghina Ghaliya Quddus, Ramadhani Prihatini, Rizki Caturini

RATING INDONESIA

Feedback   ↑ x