: WIB    --   
indikator  I  

Optimisme menyambut investment grade dari S&P

Optimisme menyambut investment grade dari S&P

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani acap menilai, tak ada alasan bagi S&P untuk tidak mengerek peringkat utang Indonesia pada Mei nanti. Perbaikan fiskal dan reformasi struktural sudah dilakukan. Secara fundamental, pengamat ekonomi juga yakin kenaikan rating dari S&P.

Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta bilang, harusnya rating S&P naik. Ada beberapa hal yang patut ditimbang. Pertama, secara struktur, fiskal sudah lebih baik. Ini terlihat dari proporsi belanja infrastruktur yang lebih  besar dibanding belanja subsidi non produktif. Pengaruh harga komoditas yang terlanjur tinggi ke APBN juga membuat defisit melebar sejak 2011.

Kedua, pertumbuhan ekonomi mulai pulih seiring pulihnya harga komoditas. Pencapaian pertumbuhan di 2016 lebih baik dibanding 2015. Di saat sama, defisit transaksi berjalan menipis akibat surplus dagang melebar.

Ketiga, pendapatan per kapita memang relatif rendah dibanding negara lain di kawasan, tapi masih tumbuh positif. Komposisi kelas menengah yang lebih banyak seharusnya  menunjukkan daya beli yang kuat dan merata.

Ekonom Maybank Juniman menambahkan, sebenarnya, ada perbaikan di semua bidang. Tapi, proses perbaikan ekonomi butuh waktu, misal reformasi pajak, pembangunan infrastruktur. Meski telah mengantongi peringkat positif dari Moody dan Fitch, peringkat S&P masih dibutuhkan. "Terutama bagi investor konservatif semisal dari Jepang," katanya.

Leo Putera Rinaldy, Ekonom Mandiri Sekuritas dalam risetnya juga melihat tidak ada alasan S&P tidak menyematkan layak investasi pada Indonesia. Sebab, Indonesia sudah melalui reformasi fiskal besar dengan kebijakan subsidi BBM, merelokasi anggaran ke belanja produktif, dan menunjukkan ketahanan makro yang tinggi dibandingkan dengan negara layak investasi lain.


Reporter Adinda Ade Mustami, Ghina Ghaliya Quddus, Ramadhani Prihatini, Rizki Caturini

RATING INDONESIA

Feedback   ↑ x