: WIB    --   
indikator  I  

Optimisme ekonomi melaju pasca kado dari S&P

Optimisme ekonomi melaju pasca kado dari S&P

Proyeksi ekonomi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan penilaian yang diberikan S&P dalam memberikan peringkat layak investasi tersebut telah sesuai dengan upaya yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan kebijakan fiskal.

"Kebijakan fiskal Indonesia dianggap telah mengalami perbaikan signifikan dengan langkah yang dilakukan pemerintah dari sisi belanja maupun penerimaan," ungkapnya.

Dari sisi belanja, kata dia, pemerintah telah fokus memberikan alokasi kepada belanja kepada sektor prioritas dan produktif seperti infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, untuk memperbaiki efisiensi ekonomi.

Sedangkan dari sisi penerimaan negara, pemerintah secara konsisten telah melakukan reformasi dalam bidang perpajakan, untuk memberikan stabilitas dalam pengelolaan APBN.

"Upaya pemerintah memperbaiki penerimaan perpajakan telah dilakukan melalui amnesti pajak, serta sinergi otoritas pajak dan bea cukai, untuk mendapatkan penerimaan tanpa kondisi ekonomi mengalami tekanan," kata Sri Mulyani.

Ia menambahkan S&P juga melihat desain APBN saat ini jauh lebih realistis karena telah menjadi instrumen yang kredibel dan efektif bagi tujuan pembangunan serta defisit anggaran yang lebih terjaga.

"Indonesia bisa selangkah mencapai tujuan pembangunan, mengurangi angka kemiskinan, menekan kesenjangan, dan menciptakan kesempatan kerja, tanpa harus APBN mengalami situasi yang tidak 'sustain'," kata Sri Mulyani

Selain itu, ia memastikan proyeksi perekonomian dari S&P terhadap Indonesia juga sejalan dengan prediksi pemerintah di 2017 yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3 %, inflasi 4,7 % dan defisit anggaran 2,4 persen terhadap PDB. Selain itu, dapat membantu Indonesia mencapai pertumbuhan ekonomi 5,4 - 6,1 % pada tahun 2018.


Reporter Yudho Winarto
Editor Yudho Winarto

RATING INDONESIA

Feedback   ↑ x
Close [X]