| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Optimisme ekonomi melaju pasca kado dari S&P

Sabtu, 20 Mei 2017 / 07:41 WIB

Optimisme ekonomi melaju pasca kado dari S&P
Berita Terkait

Fundamental ekonomi

S&P mengungkapkan alasan mengapa peringkat utang Indonesia naik. S&P menilai Indonesia mampu mengurangi risiko fiskalnya. Fokus pemerintah atas bujet yang lebih realistis mengurangi risiko shortfall atas penerimaan pajak.

Rating S&P ini bisa dikatakan mengikuti kesuksesan dari program amnesti pajak yang digulirkan pemerintah Indonesia, mampu menghasilkan pendapatn lebih dari US$ 11 miliar. Membantu mengurangi tekanan pada anggaran dan biaya proyek infrastruktur. Pulihnya ekspor dan kuatnya belanja konsumen turut mendukung laju ekonomi.

Gundy Cahyadi, ekonom DSB Singapura mengatakan rating investment grade yang diraih Indonesia merupakan indikasi yang jelas mengenai fundamental ekonomi yang membaik dalam beberapa tahun terakhir dan pengakuan investor.

S&P juga mengapresiasi otoritas moneter Bank Indonesia (BI) yang dinilai dapat menjaga laju pertumbuhan ekonomi, dengan mengurangi dampak dari gejolak ekonomi dan keuangan global kepada stabilitas makroekonomi Indonesia.

Inflasi di Indonesia, menurut S&P, dapat dijaga dan sejalan dengan negara mitra dagang utama. Selain itu, independensi BI dalam menjaga pencapaian target kebijakan moneter. Penggunaan instrumen berbasis pasar dalam implementasi kebijakan moneter semakin besar, disertai penerapan fleksibilitas nilai tukar Rupiah yang semakin meningkat.

Menyikapi kajian S&P, Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan Indonesia semakin diakui oleh dunia internasional terkait keberhasilan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ini juga dirasakan oleh pelaku pasar dan pemangku kepentingan lainnya. Untuk itu, BI akan terus menjaga stabilitas makroekonomi guna mendukung berlanjutnya upaya reformasi struktural Pemerintah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif." kata Agus.


Reporter: Yudho Winarto
Editor: Yudho Winarto

RATING INDONESIA

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0408 || diagnostic_web = 0.2151

Close [X]
×