kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
FOKUS /

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (1)

Selasa, 19 Desember 2017 / 15:14 WIB

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (1)
ILUSTRASI.

Ia pun menyarankan agar masyarakat berhati-hati jika memang ingin ikutan menjadi trader bitcoin. “Jangan sampai cuma ikut-ikutan tanpa ada analisa yang matang,” ujar Lukas. Apalagi IMF dan bank sentral beberapa negara sudah memberikan sinyal agar investor berhati-hati.

Bagaimana di Indonesia? Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida menyatakan, lembaganya hingga kini belum mengawasi peredaran bitcoin. “Kami belum sampai ke situ,” ujarnya.

Begitu juga dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang sejauh ini juga tidak atau belum mengawasi peredaran uang virtual.

Kepala Bapebbti Bachrul Chairi mengatakan, transaksi Bitcoin yang diminati saat ini adalah transaksi spot market yang di Indonesia belum tersentuh oleh otoritas keuangan.

Bachrul mengatakan, Bappebti baru akan  memiliki kewenangan mengatur bitcoin jika bitcoin dijadikan sebagai salah satu subjek kontrak berjangka dan ditransaksikan melalui mekanisme perdagangan berjangka.

Sedangkan Bank Indonesia (BI) belum mau mengikuti jejak bank sentral negeri Tiongkok yang secara terang-terangan melarang keberadaan uang virtual di negaranya.

Hingga kini, yang BI bisa lakukan adalah melarang institusi dalam negeri menggunakan mata uang virtual dalam setiap transaksi.

Aturan itu akan tertuang dalam beleid bagi pelaku layanan keuangan berbasis teknologi termasuk e-commerce yang sedang disusun oleh BI.

“Kami melarang penyelenggara teknologi finansial dan e-commerce serta penyelenggara jasa sistem pembayaran menggunakan dan memproses virtual currency, serta bekerja sama dengan pihak-pihak yang memfasilitasi transaksi menggunakan virtual currency,” kata Agus.

Jadi? Jika ingin menjajal peruntungan di mata uang kripto ini, timbanglah secara cermat risikonya. Sampai sekarang, belum ada yang mengatur mata uang kripto di Indonesia. Sehingga, jika terjadi apa-apa, Anda sendirilah yang harus menanggung risikonya.

Masih Ada Celah Hilang Selamanya

Jangan selalu berpikir soal menuai keuntungan saat melihat fenomena kenaikan harga bitcoin belakangan ini. Walau harganya naik tajam, ada risiko selain soal kejatuhan harga.

Laporan perusahaan digital forensik, Chainalysis menunjukkan 2,78 juta- 3,79 juta bitcoin sudah hilang untuk selamanya dari sistem internet.

Risiko hilang dari sistem internet memang bisa saja terjadi. Apalagi, bitcoin cuma mengandalkan sistem internet. Tak ada bank sentral atau lembaga yang mengawasi dan bertanggung jawab pada nilainya.

Juga tak ada cadangan devisa atau underlying asset yang secara objektif menentukan nilainya. Artinya uang investor bisa hilang begitu saja, entah karena penipuan, kejahatan siber atau karena masalah pada komputer si investor.

Bagi CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan, laporan perusahaan Chainalysis itu bukanlah hal yang baru.

”Sama seperti emas, banyak yang hilang karena tertimbun atau jatuh ke samudra dalam. Itu cuma faktor pengurang supply. Itu juga lah yang membuat sedikitnya barang di market membuat harga bitcoin jadi tinggi seperti sekarang,” ujar Oscar.

Ia mengatakan hingga saat ini Bitcoin Indonesia terus memperbarui teknologi. Salah satunya menyediakan berbagai macam keamanan seperti Google Authenticator.

Ini merupakan aplikasi tambahan yang berfungsi untuk memperkuat keamanan akun dari member bitcoin.
Aplikasi ini akan menghasilkan PIN yang selalu berubah setiap waktunya.   

Berikutnya: Mata Uang Kripto Non-Bitcoin Ikut Melejit

* Artikel ini sebelumnya sudah dimuat di Laporan Utama Tabloid KONTAN edisi 4 - 10 Desember  2017. Artikel selengkapnya berikut data dan infografis selengkapnya silakan klik link berikut: "Bitcoin Belum Lelah Menggelinding"


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Lamgiat Siringoringo
Editor: Mesti Sinaga

CRYPTOCURRENCIES

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.1437 || diagnostic_web = 0.3811

Close [X]
×