kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.923
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS611.050 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (1)

Selasa, 19 Desember 2017 / 15:14 WIB

Ngeri-ngeri sedap bitcoin (1)
ILUSTRASI.

Kabar ini mengejutkan pasar bitcoin dunia pada saat itu. Keputusan ini akibat tekanan dari pemerintah China dan bank sentral negeri Tiongkok yang memerintahkan bursa jual beli bitcoin di China untuk tutup. Malahan bank sentral China mengharamkan initial coin offering (ICO) di negaranya.

Mirip dengan penjualan saham perdana perusahaan publik, ICO merupakan mekanisme bagi startup di bidang mata uang digital menghimpun modal. Sebagai bukti andil memodali proyek tersebut, investor akan mendapatkan token digital.

Token ini diharapkan memiliki nilai di masa depan jika proyek yang dimodali tadi berhasil secara bisnis. Kelak, token bisa ditukar balik, tentu dengan nilai lebih besar.

Pasca kejadian di negeri Tiongkok ini, harga bitcoin langsung melorot. Alhasil harga bitcoin sempat anjlok 30% dari US$ 4.800 menjadi kisaran US$ 3.000. Saat itu banyak yang memprediksi kalau penurunan harga di bulan September merupakan tanda-tanda akhir dari kisah penguatan bitcoin.

Tetapi prediksi itu mentah. Tak lama berselang, harga bitcoin kembali menanjak. Bahkan, bitcoin melompat tinggi pada perayaan Thanksgiving (23/11) disusul Black Friday (24/11) di mana untuk pertama kalinya bitcoin menembus US$ 8.725. Rupanya pada hari spesial ini, banyak orang belanja bitcoin untuk hadiah.

Lonjakan harga di akhir pekan ini memicu histeria dan perburuan bitcoin di pasar. Maka, hari-hari berikutnya bitcoin terus mencetak rekor baru hingga ke titik tertinggi di US$ 11.115,2 (29/11). Namun akhir pekan lalu, bitcoin terkoreksi ke US$ 9.000-US$ 10.000-an.

Permintaan tinggi

Inikah akhir reli panjang kenaikan harga bitcoin, ataukah harganya akan kembali berlari kencang menuju US$ 40.000? “Sejujurnya saya sendiri tidak mengetahui ke mana harga akan bergerak dari market satu dunia. Bukan cuma di Indonesia,” aku Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia.

Yang jelas, kata Oscar, harga bitcoin yang menembus level psikologis US$ 10.000 ini tak lepas dari hukum standar ekonomi, yakni permintaan dan penawaran. Dan, hingga saat  kini permintaan terhadap bitcoin masih tetap tinggi.

Sentimen lainnya yang bisa membuat harga bitcoin tetap terjaga adalah keberadaan uang kripto ini di banyak negara. ”Sentimen utamanya karena bitcoin legal  dan diatur oleh regulator di Jepang, Amerika Serikat dan Eropa,” ujar Oscar.

Ya, meskipun beberapa bank sentral di dunia melarangnya, seperti di China, Korea Selatan dan Vietnam, namun beberapa negara telah mengaturnya. Di Asia, Jepang menjadi pusat perputaran bitcoin di dunia. Tercatat dari seluruh bitcoin yang ada lebih dari 65% berputar di negeri matahari terbit itu.

“Apalagi lembaga keuangan dan finansial di Jepang mulai menyimpan aset dalam bitcoin. Saya kira itu menjadi penggerak utama kenaikan bitcoin,” ujar Oscar.

Minat terhadap bitcoin, khususnya dalam waktu dekat ini, juga akan dipacu penerbitan produk derivatif bitcoin. Pada pekan kedua Desember ini,  perusahaan  derivatif terbesar dunia, CME akan meluncurkan produk derivatif bitcoin.

Nasdaq bekerja sama dengan perusahaan manajer investasi asal New York, VanEck juga akan meluncurkan kontrak berjangka bitcoin.  


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Lamgiat Siringoringo
Editor: Mesti Sinaga

CRYPTOCURRENCIES

Tag
Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0400 || diagnostic_web = 0.2030

Close [X]
×