| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.502
  • SUN97,14 0,42%
  • EMAS601.968 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Minimarket kian berderet (1): Mencuil dominasi raksasa ritel

Senin, 14 Mei 2018 / 15:22 WIB

Minimarket kian berderet (1): Mencuil dominasi raksasa ritel
ILUSTRASI. Persaingan minimarket
Berita Terkait

Incar pesantren

Pendatang baru tak hanya hadir di segmen minimarket syariah tetapi juga di minimarket konvensional. Di antaranya Lotte yang menawarkan paket minimarket untuk mitra, menyusul Super Indo yang sudah lebih dulu menawarkan waralaba (Baca: Para Raksasa yang Ikut Tergoda).

Bagi konsumen, kehadiran pemain baru tentu menguntungkan dan membuka banyak pilihan. Namun, bagi pemain lama hal ini tentu bisa merugikan karena akan memperkecil pangsa pasarnya. Melihat kondisi ini, pantas kiranya dua pemain utama seperti Indomaret dan Alfamart khawatir.

Hanya saja, Wiwiek Yusuf, Direktur Pemasaran PT Indomarco Prismatama, pemilik gerai Indomaret tak mempermasalahkan persaingan yang makin sengit akibat para pendatang baru.

Bagi Wiwiek, ruang ekspansi masih tersedia di bisnis minimarket. ”Masing-masing tipe ritel memiliki target pelanggan,” jawab Wiwiek.

Untuk membuktikan perusahaannya masih percaya diri, Wiwiek bilang, Indomaret akan menambah 1.000 gerai lagi tahun ini. Sampai kuartal III 2017, jaringan Indomaret tercatat 14.846 gerai.

Pendapat yang tak jauh berbeda disampaikan Anggara Hans Prawira, Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, pemilik minimarket Alfamart. Anggara bilang, kedatangan pemain baru justru membesarkan bisnis ritel. Soal banyaknya pemain baru, “Persaingan akan memacu pelayanan terbaik untuk konsumen,” kata Hans.

Hans juga ogah menyebutkan dampak atau kerugian dari kehadiran minimarket syariah tersebut ke bisnisnya. “Terlalu dini untuk bilang tidak berdampak. Mereka baru masuk. Yang pasti kehadiran pemain baru, memacu kami untuk melayani konsumen lebih baik lagi,” tambahnya.

Meski mendapat tantangan baru, Alfamart masih percaya diri untuk menambah 800 gerai baru tahun ini. Adapun sampai 2017, perusahaan telah memiliki sekitar 13.477 gerai di seluruh Indonesia.

Selain di Indonesia, Alfamart juga ekspansi ke Filipina. Dari 150 gerai di sana, Hans ingin menambah jadi 400 gerai.

Ekspansi dari minimarket syariah rupanya masuk dalam pengawasan dari Aprindo. Agar bisa mendapatkan peluang pasar di segmen pasar umat Islam, Aprindo menjalin kerjasama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk membuka minimarket di pesantren, namanya Umat Mart atau Umart yang diluncurkan jelang bulan Ramadan nanti.

Di atas kertas, kedua organisasi pengusaha itu menargetkan  bisa pembukaan 1.000 minimarket khusus untuk pesantren. Barang-barang akan dipasok dari Alfamart dan Indomaret yang juga punya lembaga pendidikan untuk karyawan. Hanya saja, Umart tidak perlu membayar royalti kepada dua jaringan tadi. “Nanti masing-masing punya tugas,” jelas Tutum.       


Reporter: Adinda Ade Mustami, Asnil Bambani Amri
Editor: Mesti Sinaga

RITEL

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.2157 || diagnostic_web = 1.0074

Close [X]
×