kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum

Jumat, 20 Juli 2018 / 17:15 WIB

Menyorot divestasi 51% saham Freeport oleh Inalum
ILUSTRASI.
Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pekan lalu menjadi babak bersejarah dalam proses divestasi 51% saham Freeport Indonesia oleh pemerintah. Pasalnya, pada Kamis (12/7) pemerintah Indonesia melalui induk usaha pertambangan yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) resmi meneken head of agreement (HoA) divestasi saham PT Freeport Indonesia.

Pada Kamis (12/7) pemerintah yang diwakili oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan dan Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin bersama Chief Executive Officer Freeport McMoran Inc (FCX) Richard Adkerson meneken head of agreement kesepakatan pokok-pokok divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI). 

HoA ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan mengikat antara pemerintah Indonesia dengan Freeport.

Dalam HoA yang diteken tersebut, divestasi 51% saham PTFI bisa dilakukan pada akhir Juli 2018. Nilai transaksi divestasi ini sebesar US$ 3,85 miliar. 

Untuk memenuhi ketentuan divestasi 51% saham PTFI, perinciannya, pemerintah membeli 40% participating interest (PI) Rio Tinto di tambang Grasberg senilai US$ 3,5 miliar. Pemerintah juga membeli 9,36% saham milik PT Indocopper senilai US$ 350 juta.

Terkait divestasi 51% saham tersebut, Freeport Indonesia juga sudah menyepakati beberapa hal yang dinegosiasikan. Antara lain terkait stabilitas investasi berupa perubahan pajak dari nailedown menjadi prevailling

Lalu pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) dan perubahan status dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, divestasi saham PTFI hanya tinggal menunggu proses finalisasi tentang joint venture agreement. Setelah itu jelas, Inalum akan membayar akuisisi saham PTFI.

Selanjutnya, Kementerian ESDM akan menerbitkan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) yang mengggugurkan status Kontrak Karya (KK) Freeport Indonesia. "Saya targetnya satu bulan ini (akhir Juli). Tapi pak Budi (Dirut Inalum) minta dua bulan," ujar Rini saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan Kamis (12/7).

CEO Freeport McMoran Richard Adkerson menambahkan, kesepakatan dalam HoA adalah bagian dari proses yang memungkinkan pemerintah Indonesia menggenggam saham PTFI. "Dalam kesepakatan ini, para pihak menyepakati keberlangsungan operasi Freeport Indonesia hingga tahun 2041 dengan mekanisme yang akan didetilkan lebih lanjut," ujarnya.

Kesepakatan ini, kata Adkerson akan menguatkan kemitraan yang telah terjalin antara pemerintah Indonesia dengan Freeport McMoran selaku pemegang saham Freeport Indonesia.

Dengan kepastian investasi dan operasi hingga tahun 2041, Adkerson memperkirakan manfaat langsung kepada pemerintah pusat dan daerah serta dividen kepada Inalum bisa melebihi US$ 60 miliar.

Konsorsium bank biayai akuisisi

Untuk membiayai akuisisi 51% saham Freeport, Inalum mengerahkan pendanaan dari perbankan. Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin bilang, Inalum akan dibantu sindikasi dari 11 bank baik dari bank nasional maupun bank asing untuk membiayai divestasi saham Freeport.

Sayangnya, Budi masih enggan merinci bank-bank yang sudah berminat membiayai pembelian saham Freeport Indonesia.

Menurut Budi, pinjaman yang ditawarkan akan lebih besar dibanding jumlah harga yang disepakati. "Yang sudah ditawarkan lebih besar daripada yang kami butuhkan, jadi tergantung kami mau berapa," jelasnya.

Menurut Budi, saat ini Inalum juga memiliki posisi cash sekitar US$ 1,5 miliar.

Kabarnya sejumlah bank yang disebut-sebut akan ikut mendanai divestasi saham Freeport adalah CIMB Niaga. 

Selain itu, berdasarkan penelusuran Kontan.co.id selain CIMB Niaga, ada pula beberapa bank asing yang akan ikut membiayai seperti Bank of Tokyo Mitsubishi UFG yang infonya akan ditunjuk sebagai pemimpin kredit sindikasi. Bank pelat merah Mandiri, BNI, BRI juga dikabarkan akan terlibat. 

Sayangnya, belakangan bank-bank pelat merah menyatakan masih menimbang rencana untuk ikut membiayai sindikasi pembelian saham Freeport. Bank Mandiri misalnya, menyatakan memilih untuk memberi kesempatan bagi bank asing untuk membiayai divestasi saham Freeport.

"Untuk bank lokal, dapat dana sebesar itu dan tenor seperti itu tidak mudah. Kalau sumbernya menggunakan dalam negeri malah mengganggu pasokan dollar AS di dalam negeri. Makanya, mungkin bank asing lebih diprioritaskan dulu," ujar Kartika Wirjoatmodjo Kamis (19/7).

Hal senada juga dinyatakan oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni. Menurutnya, persaingan dengan bank-bank global agak ketat dalam pembiayaan divestasi Freeport. "Kami akui bahwa bank asing menawarkan suku bunga bersaing terkait sindikasi untuk akuisisi saham Freeport," jelasnya.


Reporter: Abdul Basith, Dityasa H Forddanta, Herlina KD, Pratama Guitarra, Yoliawan H
Editor: Herlina Kartika

Tambang dan Energi

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0706 || diagnostic_web = 0.3355

Close [X]
×