: WIB    --   
indikator  I  

Menyiasati dompet saat harga dan tarif serba naik

Menyiasati dompet saat harga dan tarif serba naik

Tarif listrik

Mulai 1 Januari, tarif pelanggan listrik 900 VA resmi dinaikkan dari Rp 605/kWh akan naik menjadi Rp 791/kWh. Maret 2017, tarif akan naik dari Rp 791/kWh menjadi Rp 1.034/kWh.

Untuk tahap ketiga, tarifnya kembali dinaikkan dari Rp 1.034/kWh menjadi Rp 1.352/kWh. Barulah penentuan tarif Mei akan normal sampai Juni 2017.

Kalau menurut Kepala Divisi Niaga PT PLN Benny Marbun, rata-rata pemakaian listrik pelanggan 900 VA adalah 126 kWh per bulan, biaya yang harus dikeluarkan si pelanggan dulu Rp 76.230.

Dengan kenaikan tersebut, biaya listrik akan naik menjadi Rp 99.666 per bulan, lalu menjadi Rp Rp 130.284, dan di tahap terakhir menjadi Rp 170.352 per bulan! Secara kasar, biaya listrik akan naik 123%.

 

Harga BBM  

Untuk BBM non-subsidi, per 5 Januari, PT Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi. Antara lain Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamax DEX. Sedangkan untuk jenis BBM Premium dan Bio Solar harganya sama.

Berikut harga BBM yang baru:

Jenis BBM Harga baru Harga lama
Pertalite 7.350 7.050
Pertamax 8.050 7.750
Pertamax Turbo 9.050 8.750
Dexlite 7.200 6.900
Pertamina Dex 8.400 8.100

 

Pengurusan surat administrasi kendaraan bermotor

Mulai hari ini, Jumat (6/1) biaya pengurusan surat kendaraan bermotor naik 100% - 275%. Kenaikan tarif ini mengikuti diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB).

Dalam peraturan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNPB), terdapat penambahan tarif pengurusan, antara lain pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan, dan surat izin serta STNK lintas batas negara.

Sejatinya, kenaikan biaya ini mengejutkan dan diprotes banyak pihak. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai, meskipun tarif ini tidak pernah naik 7 tahun terakhir, kenaikan seharusnya tidak langsung sebesar itu.

“Seharusnya naik bertahap dan disertai perbaikan kualitas layanan,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com,  Kamis (5/1).


Reporter Sanny Cicilia
Editor Sanny Cicilia

PLN

Feedback   ↑ x