: WIB    —   
indikator  I  

Menyiasati dompet saat harga dan tarif serba naik

Menyiasati dompet saat harga dan tarif serba naik

JAKARTA. Awal tahun baru ini, resolusi lebih irit menggunakan uang sepertinya harus masuk daftar resolusi 2017. Bagaimana tidak, belum sepekan merasakan tahun baru, sudah ramai pengumuman kenaikan harga dan tarif.

Mulai penghapusan subsidi listrik pelanggan 900 volt ampere (VA) yang ujungnya tarif makin mahal, juga pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-Premium Rp 300 per liter. Tarif pelayanan publik seperti pengurusan surat kendaraan bermotor yang naik tiga kali lipat.

Bagi Anda yang perokok, per awal tahun ini juga Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rokok naik menjadi 9,1% dan cukainya sepanjang tahun ini naik 10,54%. Memang sih, para produsen rokok belum menentukan berapa kenaikan harga rokok yang akan dibebankan pada konsumen. Tapi, mendatang, harga rokok bisa jadi lebih mahal.

Tak ayal, kenaikan biaya dan ongkos akan berdampak pada kocek. Ekonom Samuel Asset Management Lana Soelistyaningsih mengatakan, meski tidak berdampak besar bagi hitungan inflasi pemerintah, kenaikan harga dan tarif kebutuhan ini akan menggerus daya beli masyarakat.

Karena itu, kita perlu juga membagi-bagi isi kantong agar tidak tekor dengan kenaikan tersebut.

“Setiap rumah tangga perlu mengukur dampak kenaikan tersebut terhadap pengeluaran keluarga,” kata Ahmad Ghozali, Perencana Keuangan dari Zelts Consulting pada KONTAN, Jumat (6/1).

Tapi jangan panik dulu. Mari mem-break down harga dan tarif yang sedang ramai menanjak ini.

Menurut Ahmad, dampak terbesar akan datang dari kenaikan harga BBM non-subsidi karena saat ini pengguna Premium pun sudah terbatas. Begitu juga dengan listrik, yang akan memukul masyarakat kelas menengah yang paling banyak menjadi pelanggan listrik 900 VA.

Layanan publik seperti tarif administrasi STNK-BPKB yang naik hanya mempengaruhi untuk pembelian mobil baru atau balik nama mobil seken. Jadi cukup terbatas efeknya.

Sedangkan cukai rokok, walaupun dampaknya besar, tapi itu pengeluaran yang bisa dipilih. “Karena merokok itu pilihan beda dengan listrik dan BBM,” katanya.

Nah, sebelum mengatur isi kocek lebih detail, simak dulu beberapa daftar barang yang harganya naik.


Reporter Sanny Cicilia
Editor Sanny Cicilia

PLN

Feedback   ↑ x
Close [X]