: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Mengulik seretnya pendanaan infrastruktur (3)

Mengulik seretnya pendanaan infrastruktur (3)

Menurut Chief Employee Benefits and Pension Manulife Indonesia Nur Hasan Kurniawan, salah satu tantangan proyek infrastruktur adalah memperoleh yield dalam jangka waktu yang pendek dan rutin.

Kesulitan lain yang dihadapi investor saat menghadapi instrumen investasi berbasis infrastruktur adalah valuasi proyek. “Komponen hitungannya jelas berbeda dengan produk keuangan,” ungkapnya.

Baik MI dan dapen sepakat bahwa pemerintah harus berupaya lebih agar proyek-proyek infrastruktur diminati investor.  Menurut Suheri, regulator harus terus melakukan relaksasi kebijakan terkait pembangunan dan pembiayaan infrastruktur, serta membentuk bursa pembiayaan infrastruktur.

Sementara peran pemilik proyek dalam menarik pendanaan adalah mendesain dan mempersiapkan proyek yang matang dan feasible untuk institusi keuangan.

Untuk institusi keuangan, tugasnya adalah mendesain produk yang sesuai dengan karakter cashflow pembiayaan infrastruktur, baik dari segi tenor, jadwal pembayaran dan imbal hasil yang bisa dinikmati.

Ditambah menciptakan instrumen pendanaan sesuai profil infrastruktur serta manajemen risiko, kebijakan dan alat untuk melakukan risk assessment dan monitoring sesuai dengan karakter default risk proyek infrastruktur.

Menurut Soni Wibowo, pemerintah harus memberikan edukasi kepada investor dan meyakinkan mereka bahwa waktu pembangunan proyek tidak molor. Selain itu, fasilitas penjaminan diperlukan untuk project bond. Saat ini belum ada institusi penjaminan yang benar-benar berfungsi sebagai penjamin.

Selama masalah-masalah tersebut belum teratasi, maka kehadiran instrumen, seperti dana investasi infrastruktur berbentuk kontrak investasi kolektif (Dinfra) akan kesulitan untuk mendapatkan peminat.

* Artikel ini berikut seluruh artikel terkait sebelumnya sudah dimuat di Tabloid KONTAN, pada Rubrik Laporan Utama edisi 21 Agustus 2017. Selengkapnya silakan klik link berikut: "Banyak Kendala Sepi Peminat"


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PENDANAAN INFRASTRUKTUR

Feedback   ↑ x
Close [X]