: WIB    --   
indikator  I  

Menghitung peluang kemenangan Ahok dan Anies

Menghitung peluang kemenangan Ahok dan Anies

Pedekate tingkat partai

Yang ribut dengan peralihan ini tentunya bukan cuma para pemilih. Partai pendukung paslon Ahok-Djarot dan Anies-Sandi juga mulai menghitung peluang perolehan suara dari pendekatan pada partai-partai yang tadinya mendukung Agus-Sylvi.

Sekadar mengingatkan, ada empat pengusung Agus-Sylvi ini yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan partai yang dipimpin ayahnya Agus, yaitu Partai Demokrat.

Partai pengusung Ahok-Djarot antara lain PDI-P, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PPP kubu Djan Faridz.

Sedangkan pasangan Anies-Sandi didukung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).  

PDI-P misalnya, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya memprioritaskan lobi ke PKB, PAN, dan PPP. Alasannya, ketiga partai tersebut merupakan rekan koalisi PDI-P di pemerintahan Jokowi Widodo-Jusuf Kalla.

Di tengah aksi saling mendekati, PAN sudah memutuskan mengalihkan dukungan ke Anies-Sandi. "PAN ke paslon (pasangan calon) nomor 3 Anies - Sandi," papar Ketua DPP PAN, Yandri Susanto pada Kompas.com, Kamis (16/2).

Menurut Yandri, sejak awal, PAN memang akan mencari pesaing Ahok. "PAN enggak mungkin dukung Ahok karena karakter dan etika ahok tidak sesuai dengan PAN," katanya. Keputusan ini dia bilang, akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

Sedangkan PPP memberi isyarat kuat akan mendukung pasangan Anies-Sandi. Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan, pada dasarnya konstituen PPP di Jakarta punya sentimen agama yang kuat dalam menentukan pilihan politik.

“Itu terlihat dari penjelasan survei Indikator kemarin kan. Sekitar 50% lebih konstituen kami di Jakarta larinya ke Agus-Sylvi. Sekitar 30% ke Anies-Sandi. Sisanya ke Ahok-Djarot," kata Arsul. Namun, dia bilang, ini belum berwujud keputusan.

Nah, isyarat kencang itu juga terlihat ketika PPP mengajukan syarat pada pasangan Anies-Sandi yaitu kesanggupan membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 20% di Jakarta jika terpilih sebagai gubernur-wagub. Syarat tersebut langsung disanggupi oleh Sandiaga Uno.

"Jadi angka-angka tersebut ada di dalam rencana kerja kami dan kami harapkan, harapan teman-teman di PPP bisa kami wujudkan," kata Sandiaga Uno di Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Sedangkan sampai saat ini, belum ada juga tanda-tanda keputusan yang akan dibuat oleh PKB.

Sedangkan Partai Demokrat yang awalnya diperkirakan tidak akan mendukung dua paslon, tampaknya akan beralih ke Anies-Sandi. Hal ini diutarakan Jurubicara Partai Demokrat Roy Suryo ketika ditanya terkait dukungan ini.

“Saya tak ingin jawab dengan kata-kata, terjemahkan dengan baju saya ini. Ha-ha-ha-ha. Itu sudah jelas," kata Roy yang memakai baju putih pada acara diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (18/2). Jawaban Roy, disambut terimakasih oleh Mardani Ali Sera, Ketua Tim Pemenangan paslon nomor 3.

Sejauh ini, PKB masih belum memberi isyarat ataupun keputusan mengenai peralihan dukungan.

Pengamat politik Yunarto Wijaya dari Charta Politika sempat mengungkapkan, dukungan dari PKB dan PPP yang beralih ke Ahok-Djarot belum tentu mengangkat elektablitas petahana secara drastis. Pasalnya, dia menilai, pemilih di Jakarta tidak dimobilisasi partai.


Reporter Agus Triyono, Sanny Cicilia, Teodosius Domina
Editor Sanny Cicilia

PILGUB JAKARTA 2017

Feedback   ↑ x
Close [X]