: WIB    --   
indikator  I  

Meneropong pamor emas pada 2017

Meneropong pamor emas pada 2017

Emas batangan stagnan   

Seirama dengan pergerakan emas di pasar global, harga emas batangan di pasar domestik juga disinyalir sulit berpendar pada 2017. Namun, ini tak semata-mata karena prospek emas yang kurang menarik, melainkan juga faktor nilai tukar rupiah.

Jika selama ini, harga emas Antam jadi lebih mahal saat dollar AS menguat, namun kondisi serupa kemungkinan tak akan terjadi tahun depan. Sebab, rupiah diyakini akan tetap stabil meski saat dollar AS melejit.

Ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede bilang, tahun depan, dollar memang akan mendominasi di hadapan mata uang Asia, termasuk rupiah. Mata uang Paman Sam akan diburu sebagai safe haven karena ekspektasi kenaikan bunga The Fed sebesar 75 bps, serta ada risiko ketidakpastian saat pemilu berlangsung di Jerman dan Prancis.

Meski demikian, lanjutnya, fundamental rupiah cukup solid. Defisit neraca berjalan yang berada dalam level sehat dan pertumbuhan ekonomi yang membaik, bakal memoles mata uang Garuda. Apalagi, Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan suku bunganya.

Dengan begitu, lanjut Josua, rupiah akan stabil di level fundamental yaitu Rp 13.300-Rp 13.600 per dollar AS, sekalipun terjadi turbulensi global.

Ibrahim sependapat, rupiah akan stabil. Katanya, kebijakan pemerintah yang membatasi pembelian dollar dan gencarnya penggunaan belanja negara ke sektor infrastruktur mampu menyokong rupiah. Prediksinya, sekalipun melemah, level resistance rupiah akan di kisaran Rp 13.700 per dollar AS.

Dus, hitungan Ibrahim, meskipun harga emas di pasar global rebound ke resistance US$ 1.200 per ons troi, dengan posisi rupiah yang terjaga di Rp 13.700 per dollar, maka harga emas Antam hanya akan di kisaran Rp 528.000 per gram (di luar ongkos cetak).


Reporter Dupla Kartini, Wuwun Nafsiah
Editor Dupla KS

HARGA EMAS HARI INI

Feedback   ↑ x
Close [X]