: WIB    --   
indikator  I  

Meneropong pamor emas pada 2017

Meneropong pamor emas pada 2017

Permintaan emas turun

Meski demikian, diakui Deddy, dari sisi fundamental, logam mulia minim dukungan. Menurutnya, permintaan dari dua importir emas terbesar, China dan India, justru berpotensi turun pada tahun depan.

Soalnya, kedua negara itu akan mengutip cukai lebih besar dan jaminan bagi importir emas. Ini bisa menekan minat pembelian emas. Per Oktober 2016, impor emas China tercatat sudah turun 5%-8%. Penyebabnya, pemerintah Negeri Tembok Besar mengutip bea impor lebih tinggi.

“Sehingga, meskipun emas rebound, tidak akan signifikan dan hanya terjadi jangka pendek,” paparnya.

Ibrahim bilang, meskipun data ekonomi China membaik dan ada peningkatan permintaan jelang Imlek, tidak serta merta mampu memoles harga si kuning.  “Emas bisa saja rebound, tapi itu hanya sesaat,” ujarnya.

Itu sebabnya, Ibrahim memperkirakan, sepanjang semester pertama tahun depan, harga emas akan tiarap. Peluang logam mulia bangkit kemungkinan baru terbuka pada kuartal III 2017. Dengan syarat, ada perubahan arah kebijakan suku bunga sejumlah bank sentral yang bisa menahan penguatan dollar AS, atau konflik di Timur Tengah memanas.

Sementara, Alwi bilang, tanpa peristiwa menggemparkan yang dapat mendorong minat safe haven, emas akan tertekan . "Level US$ 1.200 per ons troi akan menjadi resistance kuat yang sulit ditembus pada kuartal I 2017. Area support di level US$ 1.050,45 per ons troi," proyeksinya.


Reporter Dupla Kartini, Wuwun Nafsiah
Editor Dupla KS

HARGA EMAS HARI INI

Feedback   ↑ x
Close [X]