: WIB    --   
indikator  I  

Langkah semakin berat tahun 2017

Langkah semakin berat tahun 2017

JAKARTA. Banyak yang berharap, kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla pada 2014-2019 bakal menghasilkan pemerintahan mumpuni. Dengan Nawa Cita-nya, Jokowi menjanjikan akslerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang bertumpu pada industri manufaktur, industri pangan, sektor maritim, dan pariwisata.

Nyatanya, sejauh ini kinerja Jokowi-JK dalam angka pertumbuhan ekonomi masih gagal menandingi prestasi Susilo Bambang Yudhoyono. Hingga tahun 2015, pertumbuhan ekonomi semakin melemah. 

Termasuk pada tahun 2016 ini, diperkirakan juga belum bisa bangkit. Pemerintah pun sudah menganalisa, pertumbuhan ekonomi 2016 maksimal 5,1%, tapi banyak ekonom hanya menaruh angka 5%.

Masalahnya, Jokowi-JK juga bakal kembali sulit merealisasikan janji akselerasi perekonomian nasional 2017. Pasalnya, semakin banyak hambatan yang bakal menyulitkan pemerintah Kabinet Kerja. 

Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, risiko fiskal tetap membayangi perekonomian Indonesia 2017. Bahkan Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk, Anton H Gunawan saat outlook ekonomi Indonesia 2017 yang digelar Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta 10 November 2016 menyebut risiko fiskal adalah hal utama penghalang ekonomi nasional. "Shortfall pajak (selisih kekurangan penerimaan pajak terhadap target) berpotensi terjadi, sehingga defisit anggaran bakal melebar," kata Anton.


Reporter Adi Wikanto, Adinda Ade Mustami
Editor Adi Wikanto

PERTUMBUHAN EKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]