: WIB    --   
indikator  I  

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan Kementerian BUMN meminta BTN meningkatkan kontrol internal. "Kasus fraud (penipuan) ini bisa terjadi karena sistem perbankan tidak berjalan dengan baik," katanya, Senin (20/3).

Senada, Angga Aditya Assaf, Analis Trimegah Securities bilang, kasus pembobolan dana di BTN menunjukkan kontrol internal BTN lemah. Kontrol yang lemah ini juga menunjukkan sistem perbankan tidak berjalan dengan baik. “BTN ke depan harus meningkatkan kontrol internal agar kejadian serupa tidak terulang. Untuk bank sebesar BTN memang kasus ini agak kelewatan,” kata Angga.

Menurut Triyono, Kepala Departemen Komunikasi dan Internasional OJK, tahun lalu, BTN memang agresif membuka cabang, sehingga, mungkin kurang memperhatikan proses bisnis.

Untuk itu, OJK meminta BTN bisa menurunkan risiko operasional dengan melakukan evaluasi proses bisnis. Irwan Lubis berharap, BTN bisa melakukan pembenahan tata kelola perusahaan dan proses bisnis. Selain itu, BTN juga diminta meningkatkan pengendalian internal.

Di sisi korban, SAN Finance berharap kasus ini diselesaikan sehingga nasabah mendapatkan kejelasan. "Saya sangat kecewa dengan sistem kontrol yang lemah ini. Seharusnya BTN bertanggung jawab atas hal ini, karena bukti-buktinya sudah jelas," tandas Andrijanto.

Namun, versi manajemen BTN, sertifikat deposito tersebut palsu. Dana itu tidak pernah masuk ke deposito BTN,  melainkan ke rekening sindikat. Pegangan korban hanya sertifikat deposito palsu. Meski korban sempat memperoleh bunga, menurut manajemen BTN, dana itu bukan dari BTN, melainkan dari rekening komplotan sindikat.


Reporter Dupla Kartini, Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika, Sinar Putri S.Utami, Yuwono Triatmodjo

PEMBOBOLAN BANK

Feedback   ↑ x