: WIB    —   
indikator  I  

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

“Ini kredit macet yang di dalamnya ada kejahatan. Jadi perusahaan mengajukan kredit dan mempailitkan untuk menghindari pembayaran kredit,” kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya, Kamis (9/3).

Akibatnya, tujuh bank kebobolan Rp 846 miliar. Rinciannya, bank pemerintah  kerugiannya sebesar Rp 398 miliar, sedangkan bank swasta Rp 438 miliar.  Dalam kasus ini, dua tersangka, D dan HS, sudah diamankan petugas pada 23 Februari 2017.

OJK memang belum memberi sanksi kepada bank-bank yang terseret kredit fiktif. Irwan Lubis mengatakan, OJK belum dapat memberikan sanksi kepada bank-bank tersebut karena kasus ketujuh bank itu berbeda dengan BTN. “Namun OJK telah meminta kepada tujuh bank tersebut membentuk pencadangan yang cukup,” ujarnya, Rabu (22/3).

OJK masih menjalankan proses penyelidikan kasus fraud antara Rockit Aldeway dengan ketujuh bank yang terkait. Selanjutnya, OJK akan melakukan pemeriksaan kepada internal-internal perbankan yang terlibat pada pemberian kredit ke Rockit Aldeway.

Regulator juga akan melakukan fit and proper test existing kepada orang di perbankan yang terlibat. Jika terbukti terlibat dalam kolusi pemberian kredit, OJK berjanji mencopot oknum tersebut dari jabatan dan ditutup masa karir mereka di perbankan. "Dan, jika oknum perbankan tersebut terbukti melakukan tindak pidana bank, maka mereka akan dipidanakan oleh perbankan terkait," tegas Irwan Lubis.

Tak hanya itu, OJK juga akan memberikan sanksi kepada lembaga bank bersangkutan. Irwan meminta bank-bank yang terlibat dalam kasus tersebut untuk memperlambat pemberian kredit di kuartal I-2017, serta memperdalam verifikasi data dalam setiap pemberian kredit kepada debitur.

Kontrol bank lemah

Praktisi Hukum Bisnis Ricardo Simanjuntak menilai, dalam kasus pembobolan bank, umumnya menandakan ada kelemahan dalam sistem pengawasan bank. “Kelemahan pengawasan tersebut, sudah bisa diartikan sebagai suatu kecerobohan,” ujarnya.

Terkait ganti rugi, kata Ricardo, bank sudah seharusnya tidak lepas tanggung jawab.


Reporter Dupla Kartini, Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika, Sinar Putri S.Utami, Yuwono Triatmodjo

PEMBOBOLAN BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]