: WIB    —   
indikator  I  

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

SAN Finance misalnya, membenamkan dana senilai Rp 250 miliar, dalam dua tahap. Andrijanto, Direktur Keuangan SAN Finance mengatakan, ada orang yang mengaku agen pemasar BTN menawarkan penempatan dana berjangka waktu 3 bulan, berbunga 8,5% per tahun. SAN Finance pun menempatkan dana di BTN Cikeas.

Kepala Kantor Kas BTN Cikeas, lantas menerbitkan sertifikat deposito dan diberikan kepada SAN Finance. "Dalam sertifikat tersebut tercatat dana pertama yang kami simpan Rp 200 miliar. Jadi, kami pikir aman," kata Andrijanto.

Belakangan, dana nasabah yang terdaftar sebagai rekening giro itu sudah dicairkan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Institusi yang menjadi korban akhirnya melaporkan perkara deposito palsu itu kepada pihak BTN pada November 2016.

"Itu kasus pembobolan uang nasabah oleh pegawai bank," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya.

Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Waluyo bilang, saat ini, ada tiga tersangka yang telah dilimpahkan ke Kejati Jakarta. Semuanya merupakan pegawai BTN. "Mereka memiliki peran memalsukan bilyet," ungkapnya.

Pembobolan bermodus kredit

Mirisnya, pembobolan dana nasabah BTN terjadi tak lama setelah kasus pembobolan dana di tujuh bank terungkap. Bedanya, pembobolan dana di tujuh bank yang diungkap Bareskrim Polda Metro pada awal Maret 2017, bermoduskan kredit fiktif.

Pembobolan dana terjadi periode Maret-Desember 2015. Kasus ini berawal dari PT Rockit Aldeway sebagai debitur mengajukan kredit modal kerja ke sejumlah bank. Oknum perbankan ditengarai menerima imbalan atas jasa meloloskan permohonan kredit.


Reporter Dupla Kartini, Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika, Sinar Putri S.Utami, Yuwono Triatmodjo

PEMBOBOLAN BANK

Feedback   ↑ x
Close [X]