kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.316
  • LQ451.100,19   1,30   0.12%
  • SUN106,45 -0,03%
  • EMAS588.852 0,00%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi

Kamis, 23 Maret 2017 / 19:52 WIB

Jurus OJK agar bank tak kebobolan lagi
Berita Terkait

JAKARTA. Rentetan kasus pembobolan bank turut menohok Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rupanya, regulasi yang ketat selama ini tak menjamin perbankan imun dari aksi kejahatan. Agar tak kebobolan terus, wasit industri keuangan ini mengambil sikap tegas. Selain menjatuhkan sanksi kepada bank, OJK juga berbenah secara internal.

Sejak Rabu (22/3), OJK menjatuhkan sanksi kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Seluruh kantor kas BTN dilarang melayani pembukaan semua jenis rekening baru, baik tabungan, giro maupun deposito.

Irwan Lubis, Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan III OJK mengatakan, pihaknya juga melarang kantor kas BTN mencari sumber dana lewat jasa tenaga pemasaran. “Larangan tersebut berlaku sampai dengan pengendalian internal bank semakin baik dan risiko operasional turun,” papar Irwan, Selasa (21/3).

OJK juga melarang bank pelat merah ini membuka kantor cabang baru atau aktivitas baru lain sampai risiko operasional kembali normal.  "Hukuman berat ini agar ada efek jera," tandas Irwan, Rabu (22/3).

Menurutnya, OJK memberi waktu satu tahun bagi BTN untuk memperbaiki kualitas internal, bisnis proses dan risiko operasional. Jika dalam waktu kurang satu tahun, BTN telah memperbaiki, OJK akan mencabut sanksi itu.

Direktur Keuangan BTN, Iman Nugroho Soeko mengaku, pihaknya menerima sanksi dari OJK, termasuk  larangan melayani pembukaan rekening baru. "Kantor kas tak boleh. Kantor lain boleh," katanya, Rabu (22/3).

Sanksi dijatuhkan menyusul terungkapnya dugaan kasus pembobolan dana nasabah di BTN senilai Rp 258 miliar.  Diduga, pembobolan dana dilakukan oleh sindikat kejahatan bank dan melibatkan oknum Kepala Kantor Kas BTN.

Modus bilyet deposito palsu

Pelaku pembobolan di BTN menggunakan modus pemalsuan bilyet deposito. Empat institusi menjadi korban, yaitu PT Surya Artha Nusantara (SAN) Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega dan Global Index Investindo.

Sindikat pembobol merayu nasabah institusi untuk menempatkan dana di deposito dengan bunga 9,5% per tahun.  Itulah yang membuat tawaran itu menggiurkan.


Reporter Dupla Kartini, Galvan Yudistira, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Nina Dwiantika, Sinar Putri S.Utami, Yuwono Triatmodjo

MARKET
IHSG
18,23
6.490,90
0.28%
 
US/IDR
13.331
-0,25
 
KONTAN TV
Hotel Santika Premiere Slipi - Jakarta
26 February 2018 - 27 February 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy