: WIB    --   
indikator  I  
FOKUS /

Google didenda US$ 2,7 miliar, ini penyebabnya

Google didenda US$ 2,7 miliar, ini penyebabnya

Bagaimana tanggapan Google?
 

Google mengatakan pada Selasa (27/6/2017) bahwa pihaknya "dengan hormat tidak setuju" dengan tuduhan tersebut, dan akan mempertimbangkan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Eropa untuk membatalkan denda tersebut.

Menurut Oliver Fairhurst dari firma hukum Lewis Silkin, upaya hukum seperti itu bisa saja berlangsung hingga tahun 2020.

"Google menampilkan iklan belanja, menghubungkan pengguna kami dengan ribuan pengiklan, besar dan kecil, dengan cara yang berguna bagi keduanya," Kent Walker, Senior  Vice President and  General Counsel Google, menulis dalam sebuah posting blog segera setelah pengumuman denda tersebut.

"Kami percaya keputusan Komisi Eropa terkait belanja online meremehkan nilai koneksi cepat dan mudah semacam itu," tulisnya

Belum jelas benar apakah Google akan sukses dalam mengajukan banding terkait kasus denda ini. Namun pertarungan Google dengan regulator sepertinya tidak akan segera berakhir. Pasalnya, saat ini Google juga sedang berada dalam dua penyelidikan lebih lanjut oleh Komisi Eropa.

Keputusan tersebut juga dapat membuka jalan bagi pihak lain untuk menuntut kompensasi ganti rugi di pengadilan nasional.
 


SUMBER : CNBC
Editor Mesti Sinaga

GOOGLE

Feedback   ↑ x
Close [X]