: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Google didenda US$ 2,7 miliar, ini penyebabnya

Google didenda US$ 2,7 miliar, ini penyebabnya

Bagaimana regulator bisa mengetahui pelangaran Google?

Tuduhan tersebut kemudian mendorong dilakukannya sebuah penyelidikan yang makan waktu tujuh tahun.

Dari penyelidikan itulah regulator menemukan bahwa Google "secara sistematis memberikan penempatan yang menonjol hanya untuk produknya sendiri" dan juga "menurunkan layanan para pesaingnya."

Mengapa dendanya begitu besar?

Vestager menegaskan, denda tersebut mencerminkan sifat pelanggaran undang-undang antimonopoli EU yang "serius dan berkelanjutan".

Pedoman peraturan UE menetapkan bahwa denda untuk pelanggaran antimonopoli dibatasi hingga 10% dari omzet global perusahaan. Dengan ukuran ini, maka denda terhadap Google bisa mencapai US$ 9 miliar berdasarkan omset perusahaan induknya, Alfabet, pada tahun 2016.

Meski denda yang dijatuhkan atas Google lebih rendah dari pada pedoman peraturan, namun jumlahnya jauh di atas yang sebelumnya dikelompokkan oleh regulator. Hal ini menunjukkan niat regulator untuk menjadikannya sebagai contoh bagi perusahaan lain.

Google juga telah diberikan waktu 90 hari untuk membuat perubahan yang diperlukan untuk menciptakan kesempatan yang sama bagi semua pesaing. Jika tidak, Google diancam denda lebih besar.

Uang denda tersebut, seperti halnya denda antimonopoli lainnya, akan masuk ke anggaran umum UE dan mengurangi kontribusi tahun depan untuk negara-negara anggota.


SUMBER : CNBC
Editor Mesti Sinaga

GOOGLE

Feedback   ↑ x
Close [X]