: WIB    —   
indikator  I  

Amunisi Indonesia di tengah ketidakpastian global

Amunisi Indonesia di tengah ketidakpastian global

Racikan kebijakan ekonomi untuk menjawab tantangan jangka pendek dan juga untuk mencapai perbaikan di jangka panjang juga menjadi kunci Moody's untuk melihat risiko kredit di tahun ini. Ini yang membuat Moody's menyematkan peringkat beragam di negara-negara kawasan Asia Pasifik. Seperti Indonesia dan India misalnya saat ini berada di level Baa3 dengan outlook stabil. Adapun Filipina berada di level Baa2 stabil. 

Sejumlah ekonom optimistis Indonesia masih menjadi tempat yang cukup menjanjikan bagi investor asing untuk memarkir dana. Hal ini disebabkan karena kondisi fundamental ekonomi serta kestabilan sosial politik Indonesia yang dinilai lebih baik ketimbang negara emerging market lainnya. 

Senior Advisor Bursa Efek Indonesia, Poltak Hotradero mengatakan, saat ini pesaing terdekat Indonesia di dalam kelompok emerging market adalah India. Namun, menurutnya, saat ini India dalam persoalan triple defisit, yaitu terjadi defisit pada neraca perdagangan, defisit anggaran belanja pemerintah, dan defisit pada transaksi berjalan. 

Hal itu juga ditambah dengan kondisi perbankan yang dinilai lebih amburadul. “Di saat emerging market lain outflow. Indonesia berbeda. Investor keluar dari emerging market lain tapi di Indonesia bertahan atau malah bertambah,” ujar Poltak.

Chief Equity Strategist Deutsche Bank Heriyanto Irawan menambahkan, defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia bisa dikendalikan pada level 2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). "CAD saat ini di Indonesia sudah sangat membaik. Asing kaget kalau CAD kita negatif, tapi negatifnya bukan karena ekspor impor kita negatif. Ekspor impor Indonesia good balance. Beda dengan kondisi di India,” katanya.    

Pada tahun ini sejauh kondisi politik tidak sampai mempengaruhi kebijakan ekonomi pemerintah sehingga membuat ekonomi memburuk dan berisiko membuat pembalikan arah arus dana asing, tampaknya peningkatan risiko utang negara di kawasan tidak besar.   

 

  

 

 

 

 

 

 

 


Reporter Adinda Ade Mustami, Rizki Caturini
Editor Rizki Caturini

PERTUMBUHAN EKONOMI

Feedback   ↑ x
Close [X]