: WIB    --   
indikator  I  

Amunisi Indonesia di tengah ketidakpastian global

Amunisi Indonesia di tengah ketidakpastian global

Terkecuali China, ekonomi di negara-negara Asia Timur dan Asia Pasifik berpotensi tumbuh 5% di 2017. Adapun Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% berkat peningkatan investasi swasta yang masuk. Prediksi itu dipertahankan dari proyeksi Bank Dunia sebelumnya pada Juni 2016.

Sementara Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2017 sebesar 5,1%, stabil dari pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang diperkirakan 5%-5,1%.

Pengetatan kebijakan pemerintah termasuk Indonesia yang telah dijalankan sebelumnya membantu meningkatkan kepercayaan pasar. Sehingga tekanan pada nilai tukar mata berkurang dan memungkinkan pemerintah menjalankan pelonggaran kebijakan. 

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo bilang, BI akan terus memantau perkembangan global terutama usai sumpah jabatan yang dilakukan Donald Trump sebagai Presiden AS pada 20 Januari 2017, serta rencana kebijakan fiskal oleh Amerika Serikat ke depan.

Dari sisi domestik, perbaikan-perbaikan data ekonomi Indonesia terjadi di akhir tahun. Di antaranya inflasi Desember 2016 yang tercatat 3,02% year on year (yoy), terendah sejak 2009 silam. Lalu realisasi fiskal 2016 yang baik yang ditunjukkan oleh defisit anggaran yang terjaga di level 2,46%.

Realisasi belanja pegawai, barang, dan modal yang lebih dari 85% menunjukkan daya dorong fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi akhir tahun lalu cukup besar. Selain itu, perbaikan juga ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit yang naik 9% (yoy) dan dana pihak ketiga yang mendekati 9% (yoy) di akhir tahun.

"Kalau lihat kondisi di dalam negeri tentu saja dengan melihat kondisi yang kondusif tadi stance dari suku bunga masih bisa ada sedikit ruangan. Tetapi kami kalibrasi dengan masalah kenaikan administered prices," katanya.

Tekanan inflasi administered prices tahun ini yang berasal dari kenaikan tarif dasar listrik sebagai konsekuensi dari pencabutan subsidi listrik berdaya 900 volt ampere (VA) dan 450 VA serta kenaikan elpiji tiga kilogram (kg).


Reporter Adinda Ade Mustami, Rizki Caturini
Editor Rizki Caturini

PERTUMBUHAN EKONOMI

Feedback   ↑ x