: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (3)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (3)

Dalam program PKH, memang ada banyak data pembanding. Misal, nama anak harus tercantum di daftar absensi sekolah. Lalu, harus jelas di sekolah mana si anak terdaftar.  Atau, untuk keluarga miskin, si ibu hamil harus ketahuan mengontrol kesehatannya ke puskesmas mana.

Andi ZA Dulung, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemsos), optimistis pemerintah mampu segera menyelesaikan basis data. Ia bilang, India dengan penduduk sekitar 1,2 miliar saja bisa memiliki basis data yang mumpuni. “Mereka menyelesaikannya dalam waktu kurang lebih lima tahun,” ujarnya.

Data juga yang menjadi syarat mutlak agar Kemsos lebih siap dalam menyikapi penambahan jumlah penerima PKH. Saat ini, pemerintah pusat meminta pemerintah daerah untuk mengumpulkan data di rentang waktu 2015 hingga 2017. “Walau kita sadar, data penduduk itu sangat dinamis dan sangat cepat berubah,” tutur Andi.

Terkait perkembangan bantuan sosial, selama ini dana bantuan ditransfer ke rekening penerima oleh bank milik pemerintah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Pertanyaan yang kerap muncul, apakah dana ini tidak rawan disalahgunakan si penerima? Andi menyebut, kemungkinan itu kecil karena pencairan dana tidak bisa di sembarang tempat.

Bagi yang masih membandel juga sudah ada ancaman berupa pencabutan bantuan. “Tapi memang praktiknya masih saja ada yang melanggar,” ujarnya.

Ke depan, Kemsos juga sedang mengkaji untuk menggunakan teknologi finansial (tekfin) untuk memaksimalkan penyaluran bantuan. Kendala mungkin timbul di pedesaan yang kebanyakan penduduknya belum melek teknologi.

Harry Hikmat, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemsos) mengungkapkan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan bantuan mengalir ke tangan yang tepat adalah dengan menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No. 63 tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai.

Mekanisme penyaluran bantuan sosial secara non tunai bertujuan memastikan bantuan dapat tepat waktu, tepat sasaran, tepat jumlah dan tepat administrasi.

Hal ini dapat terjadi, karena seluruh bantuan sosial disalurkan melalui bank. Sistem perbankan menjadikan bantuan sosial mudah dikontrol, dapat dilakukan monitoring real time dan konsolidasi bantuan secara cepat.


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]