: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Gelontoran program sosial, demi ekonomi atau citra? (1)

Sejak Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) generasi pertama (2005-2009), bantuan sosial yang menyasar 40% masyarakat yang memiliki status ekonomi terbawah memang sudah menjadi prioritas nasional. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah penerima bantuan dinaikkan secara bertahap.

Tahun depan, dengan menyasar 10 juta keluarga penerima manfaat, PKH bakal menjangkau 40 juta orang. Ini dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang.

Dengan begitu, kata Kunta W.D. Nugraha, Direktur Penyusunan APBN Kementerian Keuangan (Kemenkeu), program ini tidak hanya menjangkau penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan. Tapi juga yang tergolong rentan miskin.

Sebagai gambaran, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2017, penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan mencapai 27,77 juta orang.

Artinya, PKH bakal menjangkau 12,23 juta penduduk yang berada di atas garis kemiskinan. Mereka termasuk dalam golongan rentan yang dengan mudah bisa terperosok ke bawah garis kemiskinan akibat kenaikan harga barang.

Konsep serupa, imbuh Dirjen Anggaran Kemenkeu Askolani, juga diterapkan dalam program lain. Subsidi listrik misalnya, menjangkau 23,2 juta rumah tangga.

Pun program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengkaver iuran bagi 92,4 juta orang penerima bantuan iuran. “Jadi cakupan pemerintah itu betul-betul bisa lebih efektif dan lebih luas,” ujar Askolani.

Masih berdasar data BPS, jumlah penduduk miskin terbanyak berada di desa. Persentasenya mencapai 61,6% dari total orang miskin sebanyak 27,77 juta.

Dus, agar langkah pengentasan kemiskinan bisa semakin efektif, pemerintah memadukannya dengan program Dana Desa. Tahun depan anggarannya ditambah 3,1% menjadi Rp 60 triliun.

Formula pengalokasian anggarannya pun kembali diotak-atik. Desa yang berstatus sangat tertinggal dan tertinggal dengan jumlah penduduk miskin tinggi bakal mendapat alokasi Dana Desa yang lebih besar. Ini upaya pemerintah agar antar program yang mendukung pengentasan kemiskinan bisa saling berkolaborasi. Dengan begitu, efektivitasnya bisa lebih baik.

Semoga efektif dan tepat sasaran, ya!

Bersambung :  "Dampaknya ada dan langsung terasa"

* Artikel ini berikut seluruh artikel terkait sebelumnya sudah dimuat di Tabloid KONTAN, pada Rubrik Laporan Utama edisi 28 Agustus 2017. Selengkapnya silakan klik link berikut: "Bantuan Disebar, Pesona Ikut Tertebar"

 


SUMBER : Tabloid Kontan
Editor Mesti Sinaga

PROGRAM SOSIAL

Feedback   ↑ x
Close [X]