: WIB    --   
indikator  I  

BI mulai kencangkan moneter, sampai kapan?

BI mulai kencangkan moneter, sampai kapan?

JAKARTA. Pasar harus memupus harapan adanya penurunan bunga di akhir tahun ini. BI sudah memberi sinyal jelas bahwa ruang pelonggaran moneter kian sempit.

Imbasnya, pada 16-17 November lalu, BI menahan bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate di level 4,75%. Padahal, Oktober lalu, ketika memangkas bunga, bank sentral melihat masih ada peluang penurunan bunga di dua bulan terakhir 2016. 

Bunga acuan BI:

Tanggal 7-DRRrate
17-Nov 4.75%
20-Okt 4.75%
22-Sep 5.00%
19-Agt 5.25%
21-Jul 5.25%
16-Jun 5.25%
19-Mei 5.50%
21-Apr 5.50%

Sumber: Bank Indonesia

Dalam rapat bulanan BI tersebut, kondisi global mendominasi pembahasan. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, menahan bunga merupakan respons ketidakstabilan di pasar keuangan global di tengah kondisi makroekonomi dalam negeri yang terjaga.

"Jadi secara umum, kalau bulan lalu kami katakan kami bilang arah kebijakan moneter bias longgar, sekarang ini lebih kami mengarah pada menjaga stabilitas, waspada perkembangan eksternal dan kami juga melihat ruang untuk pelonggaran semakin tipis," kata Agus, Jumat (18/11).

Salah satu faktor pengaruh terbesar adalah Amerika Serikat yang baru memilih presiden baru Donald Trump pada 8 November lalu. Trump yang merupakan taipan real estate dan tak punya latar belakang sebagai politikus memicu spekulasi di pasar yang menduga-duga mengenai kebijakannya. 

Dengan menyandang visi "make America great again", kebijakan Trump diduga akan mendorong inflasi. Karena itu, pemilik dollar memilih kembali ke kampung halaman, sehingga memicu penguatan dollar AS dan menekan rupiah.

Sekadar informasi, posisi rupiah dua hari setelah kemenangan Trump turun sampai Rp 13.873 per dollar AS dalam perdagangan intrahari. Meskipun setelah itu BI mengintervensi pasar dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN).

 

Apa yang akan menjadi perhatian utama BI dalam menentukan kebijakan ke depan?


Reporter Adinda Ade Mustami, Asep Munazat Zatnika, Sanny Cicilia
Editor Sanny Cicilia

BANK INDONESIA / BI

Feedback   ↑ x