: WIB    --   
indikator  I  

Awas, jerat investasi bodong terus mengintai

Awas, jerat investasi bodong terus mengintai

JAKARTA. Belum kelar ramai-ramai kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group. Iming-iming penawaran investasi bodong dengan imbal hasil jumbo masih saja marak.

Terhitung awal tahun ini, Satgas Waspada Investasi sudah mencatat ada 13 penawaran investasi ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ada pun 14 perusahaan penghimpun dana masyarakat itu yakni; PT Compact Sejahtera Group, Compact500 atau Koperasi Bintang Abadi Sejahtera atau ILC, PT Inti Benua Indonesia, PT Inlife Indonesia, Koperasi Segitiga Bermuda/Profitwin77, PT Cipta Multi Bisnis Group, dan PT Mi One Global Indonesia.

Selanjutnya, PT Crown Indonesia Makmur, Number One Community, PT Royal Sugar Company, PT Kovesindo, PT Finex Gold Berjangka, PT Trima Sarana Pratama (CPRO-Indonesia) dan terakhir Talk Fusion.

(Baca: Awas gunung es investasi bodong)

Satgas telah memanggil perusahaan-perusahaan tersebut, tetapi PT Crown Indonesia Makmur, Number One Community, PT Royal Sugar Company, PT Kovesindo, PT Finex Gold Berjangka tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Dua perusahaan lain, yaitu PT Trima Sarana Pratama (CPRO-Indonesia) dan Talk Fusion menghadiri panggilan Satgas serta bersikap kooperatif.

"Satgas masih memberikan kesempatan untuk mengurus perizinannya sesuai ketentuan perundang-undangan instansi terkait yaitu Kementerian Perdagangan RI dan BKPM," kata Tongam Lumban Tobing, Ketua Satgas Waspada Investasi.

Sejalan langkah tersebut, Satgas pun memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut. Penghentian ini dilakukan selama belum ada izin resmi. "Nantinya setelah izin dikantongi baru kita akan evaluasi ulang untuk kegiatannya lagi," ujarnya.

Tongam pun meminta kepada masyarakat untuk segera menarik dananya apabila sudah mengikuti aktivitas perusahaan tersebut. Dan yang belum, diminta untuk mewaspadainya.

Ya, alangkah baiknya untuk cermat dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming imbal hasil selangit. Setidaknya pastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

"Memastikan pihak yang menawarkan produksi investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar," paparnya.

Kehadiran perusahaan penghimpun dana seperti ini cukup meresahkan. Terlebih sudah menjejaki kakinya di daerah. "Saat ini semakin banyak lembaga investasi ilegal yang menginjakkan kakinya di Nusa Tenggara Timur di antaranya tujuh lembaga tersebut," kata Kepala OJK NTT Winter Marbun dikutip dari Antara.

Penting bagi masyarakat untuk mengenal dan mengetahui sebelum sampai terjerat investasi yang ujung-ujungnya merugikan ini. "Tingkat literasi dan inklusi keuangan ini harus ditingkatkan," ujarnya.

Luksa Setia Atmaja, Financial Expert Prasetiya Mulya Business School menuturkan acap kali masyarakat mengesampingkan dua aspek utama yakni legalitas dan rasionalitas tawaran yang diming-imingkan.

"Akibat lalai dalam hal ini ditambah lagi dengan keinginan untung besar maka yang menawarkan juga semakin banyak. Istilah ada demand ya jelas ada supply yang tersedia di pasar," paparnya.

Lukas memandang kehadiran Satgas Waspada Investasi belum mampu memberantas permasalahan ini secara signifikan. Poinnya pada proses koordinasi yang memakan waktu.

Sebab, Satgas tidak berbadan hukum atau dilandasi oleh Undang-Undang yang membuatnya bisa melakukan penyidikan dan pencegahan secara langsung. "Padahal kita butuh yang preventif dan harapannya langsung memberi sanksi yang membuat jera pelakunya agar tidak mati satu tumbuh seribu," katanya.

Semestinya, pemerintah membentuk komite atau organisasi berlandaskan hukum dan UU semacam KPK. Bedanya lembaga ini memberantas investasi bodong.

Sebab, menurut Lukas kasus investasi bodong sudah semakin marak. Dana masyarakat yang dirugikan tidak lagi jutaan, tapi miliar bahkan triliun.


Reporter Eldo Christoffel Rafael, Namira Daufina, Yudho Winarto
Editor Yudho Winarto

SATGAS WASPADA INVESTASI

Feedback   ↑ x