: WIB    —   
indikator  I  

Arab Saudi lebih butuh Indonesia

Arab Saudi lebih butuh Indonesia

Obat ekonomi

Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro pun sependapat, lawatan Arab Saudi ke sejumlah negara di Asia, termasuk ke Indonesia adalah mencari obat ekonomi. Selama ini, Arab Saudi lebih banyak menjual minyak ke Eropa dan Amerika Serikat, tapi dengan pelambatan ekonomi di Eropa dan shale oil di AS yang lebih murah, Asia adalah obat.

"AS yang menjadi pasar minyak mentah bagi Arab Saudi kini sudah bisa mencukupi kebutuhan sendiri," kata Komaidi seperti dikutip Kompas.com.

Di sisi lain belakangan ini impor minyak Indonesia dari Arab Saudi juga melemah. Sebagai raja minyak, tentu Arab Saudi ingin meningkatkan penjualan minyak ke Indonesia.

"Mungkin akan ada relokasi. Yang selama ini minyak mentah dibawa ke AS, akan dibawa ke Indonesia," imbuh Komaidi.

Sumber: Kementerian ESDM

Namun, apapun yang terlihat selama tiga hari ini, Presiden Joko Widodo berharap, kerjasama Indonesia dan Arab Saudi semakin erat pada mendatang. Indonesia diharapkan bisa menjadi mitra strategis bagi Arab Saudi pada tahun yang akan datang.

"Kunjungan Sri Baginda Raja ini menjadi titik tolak bagi peningkatan hubungan Indonesia dan Arab Saudi yang dipersatukan oleh Islam oleh persaudaraan dan hubungan yang saling menguntungkan," kata Jokowi, di Istana Bogor, Rabu (1/3).

Menurut Jokowi, Arab Saudi adalah mitra terpenting di kawasan Timur Tengah, baik hubungan antara masyarakat maupun hubungan ekonomi dan politik. Jokowi yakin Indonesia dapat jadi mitra strategis dalam visi 2030 Arab Saudi melalui kerjasama atara sesama negara muslim.

Meski tak menjanjikan angka kongkrit, Raja Salman juga mengutarakan hal yang sama. Saat berpidato singkat di DPR, Raja Salman juga mengharapkan, kunjungan kenegaraan ini bisa meningkatkan kerjasama dua negara. 

"Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat" kata Salman.

Komaidi mengatakan, ini nantinya akan tampak dari investasi apa yang menjadi kecenderungan Arab Saudi di Indonesia. Investasi di hulu migas di Indonesia jelas lebih mahal dibandingkan investasi di hulu migas di negara-negara Teluk.

Oleh sebab itu, Komaidi hampir yakin Arab Saudi akan banyak bermain di proyek hilir, seperti kilang minyak. Kalaupun ada sektor lain, barangkali salah satunya pariwisata.

"Indonesia sekalian jadi pasar produk minyak mentah mereka. Selama ini kan mereka ke Eropa dan AS. Sementara saat ini AS sudah bisa mandiri, maka mungkin ini adalah relokasi. Yang selama ini minyak mentah dibawa ke AS, akan dibawa ke Indonesia," imbuh Komaidi.


Reporter Adi Wikanto, Handoyo
Editor Adi Wikanto

KUNJUNGAN RAJA SALMAN

Feedback   ↑ x
Close [X]