kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.175
  • SUN98,94 0,36%
  • EMAS612.058 -0,16%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Arab Saudi lebih butuh Indonesia

Jumat, 03 Maret 2017 / 22:01 WIB

Arab Saudi lebih butuh Indonesia
Berita Terkait

Terhantam Minyak

Wajar saja, sudah dua tahun ini bisnis minyak lesu darah akibat harga yang ambrol. Padahal minyak adalah motor utama penggerak ekonomi Arab Saudi.

Harga minyak tahun 2015 rontok ke level US$ 49,49 per barel, padahal tahun sebelumnya sempat menembus di atas US$ 100 per barel. Tak ayal, perekonomian Arab Saudi pun terhantam dan hanya bisa tumbuh 3,48%.

Tahun 2016 pun semakin sengsara karena rata-rata harga minyak hanya US$ 40,76 per barrel. Arab Saudi mendapatkan pertumbuhan ekonomi 1,4%.

Lesunya bisnis minyak telah mendorong pemerintah Arab Saudi mengetatkan ikat pinggang. Gaji pegawai pemerintah dipotong dan subsidi juga dikurangi. Kendati demikian, defisit tetap membengkak mencapai 15 persen PDB. Utang pemerintah pun terus menumpuk menjadi 5,9 persen PDB.

Penerimaan negara dari minyak anjlok, anggaran negara minus hingga 15% mencapai US$ 98 miliar tahun lalu dan tahun ini diperkirakan US$ 87 miliar atau mencapai Rp 1.200 trilun.

"Arab Saudi memang masih kaya, tapi dengan minyak yang masih lemah, mereka harus mencari pelampung penyelamat dalam rangka menahan Arab Saudi dari turbulensi, mencari pembeli tetap dari minyak mereka dalam jangka panjang," kata Pengamat dan Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng kepada Tribunnews.com.

Nah, Indonesia adalah tujuan tepat bagi ekspansi pasar Arab Saudi. Sebagai negara yang masuk kelompok G20 dan pertumbuhan ekonomi tiap tahun di atas 5% (kecuali 2015), kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia selalu meningkat.

Disisi lain, produksi dalam negeri tak mampu mencukupi kebutuhan BBM domestik. Kebutuhan minyak mentah di Indonesia diperkirakan 1,5 juta barel per hari, tapi produksi dari dalam negeri hanya sekitar separuhnya. Produksi minyak mentah pun terus menyusut dari tahun ke tahun.

Sumber: Kementerian ESDM

Sumber: Kementerian ESDM


Reporter: Adi Wikanto, Handoyo
Editor: Adi Wikanto

Komentar
TERBARU
KONTAN TV
Hotel santika premiere Slipi
26 July 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.1583 || diagnostic_web = 0.3838

Close [X]
×