: WIB    --   
indikator  I  

Arab Saudi lebih butuh Indonesia

Arab Saudi lebih butuh Indonesia

JAKARTA. Sesuai jadwal, Raja Arab Saudi Salman Abdulaziz Al Saud beserta rombongannya akhirnya mendarat di Indonesia, Rabu (1/3) siang. Hingga hari ini (Jumat (3/3), Raja Salman dan rombongan sudah melakukan beragam kegiatan kenegaraan.

Salah satu yang penting dan ditunggu-tunggu pemerintah adalah penandatanganan nota kesepahaman kerjasama dua negara. Istana Bogor pun menjadi saksi, sebanyak 11 nota kesepahaman pun ditandatangani perwakilan kedua negara.

Mulai dari peningkatan pimpinan sidang komisi bersama, kerjasama budaya, pengembangan usaha kecil menengah antar negara, pengembangan kesehatan, teknologi hingga masalah haji.

Nah, salah satu yang menonjol adalah kerjasama proyek refinery development masterplan program (RDMP) Cilacap antara Pertamina dan Saudi Aramco senilai US$ 6 miliar. Arab Saudi juga berkomitmen memberi pinjaman lewat Saudi Fund Contribution to The Financing of Development Project senilai US$ 1 miliar.

Total nilai komitmen atas kerjasama investasi itu senilai US$ 7 miliar atau Rp 93,1 triliun (kurs US$ 1 setara Rp 13.300). Ini memang cukup besar, tapi sebenarnya mengecewakan.

Mengingat, desas-desus sebelum kedatangan, Sang Raja diperkirakan akan membawa dana US$ 25 miliar atau setara Rp 332,5 triliun untuk ditanam di Indonesia. 

Namun sebenarnya, berkaca dari sejarah, Indonesia memang bukan tujuan investasi bagi Arab Saudi. Malahan, banyak pihak meyakini kedatangan Raja Salman adalah bagian dari strategi manajemen pemasaran untuk ekspansi bisnis minyaknya.


Reporter Adi Wikanto, Handoyo
Editor Adi Wikanto

KUNJUNGAN RAJA SALMAN

Feedback   ↑ x
Close [X]