: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (2)

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (2)

Dus, proporsi biaya logistik Indonesia terhadap PDB mencapai 25%. Ini jauh lebih tinggi ketimbang Singapura (8%), Jepang (11%), Thailand (15%) dan China (18%).
Pengamat Pelabuhan dan Pelayaran Saut Gurning menyebut, salah satu persoalan tol laut yang belum selesai adalah tumpang-tindih layanan angkutan laut.

Bukannya saling melengkapi, gejala tumpang-tindih itu malah mensubtitusi jaringan rute satu dengan lainnya. Lantaran biaya angkut tol disubsidi pemerintah, layanan swasta yang lebih dulu melayari rute tersebut kalah bersaing.

Secara kasat mata mungkin terlihat baik karena adanya penurunan biaya angkut. Namun, kapasitas angkut armada tol laut masih lebih rendah dibanding kapasitas angkut armada pelayaran swasta. “Kondisi ini cenderung distorsif terhadap keseimbangan ruang angkut kapal,” kata Saut.

Kelemahan lainnya, tol laut belum didukung kegiatan dan operasi angkutan darat dari dan ke pelabuhan. Proses angkutan kargo dari pelabuhan lewat angkutan darat, sungai, bahkan angkutan udara masih terkendala terbatasnya jumlah dan kapasitas alat angkut dan kelayakan infrastruktur jalan.

Tak cuma di laut, sektor transportasi darat di masa Jokowi juga tak lagi jawasentris. Sejak 2015, pemerintah membangun jalur kereta api (KA) di Sulawesi Selatan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut, saat ini telah dibangun jalur KA sepanjang 16 kilometer (km) di lintas Makassar - Parepare. Penyelesaian pekerjaan pembangunan jalan rel tersebut masih terus berlangsung.

Di Sumatera Selatan, saat ini sedang dibangun jalur ganda Prabumulih-Kertapati sepanjang 82 km yang direncanakan beroperasi akhir Desember 2017. Kemudian pembangunan LRT Palembang sepanjang 23 km direncanakan Juni 2018 akan beroperasi, dan terakhir penyelesaian jalur ganda Martapura – Baturaja sepanjang 32 km.

Di Sumatera Utara, pemerintah tengah mereaktivasi jaur KA Binjai-Besitang sepanjang 80 km. Pemerintah juga menyelesaian pembangunan jalur KA Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sepanjang 21,5 Km.

“Jalur KA Bandar Tinggi-Kuala Tanjung nantinya akan mengintegrasikan Kawasan Ekonomi Sei Mangke menuju Pelabuhan Kuala Tanjung,” ujar Budi.

Pengamat transportasi Darmaningtyas mengapresiasi kebijakan Jokowi yang diarahkan ke transportasi massal. Namun secara umum, ia melihat kendala konsistensi pendanaan masih menjadi hambatan bagi penyelesaian proyek-proyek tersebut.

Ia mencontohkan proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek dan jalur kereta api Trans-Sulawesi. “Ada juga target membangun sistem transportasi berbasis rel di 32 provinsi. Ini yang tidak digarap sama sekali,” ujar dia.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

EVALUASI KINERJA JOKOWI

Feedback   ↑ x
Close [X]