: WIB    —   
indikator  I  
FOKUS /

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (1)

Antara janji, mimpi dan realisasi Jokowi (1)

Sederet Catatan Ekonomi Jokowi

"Infrastruktur belum mendongkrak lapangan kerja"

Jelang tiga tahun pemerintahan Joko Widodo–Jusuf Kalla (Jokowi-JK), berbagai lembaga survei rajin menggelar hasil riset mereka. Tingkat kepuasan masyarakat diukur untuk melihat tingkat keberhasilan kinerja pemerintah.

Paling anyar survei opini publik yang dipublikasikan Indikator Politik Indonesia pada 11 Oktober 2017. Indikator melakukan survei tatap muka secara random terharap 1220 responden berusia di atas 17 tahun. Hasilnya, 68,3% responden mengaku puas dengan kinerja Jokowi. Trennya stabil sejak Januari 2016.

Soal ekonomi, 43,3% responden pun mengaku keadaan ekonomi nasional kini sudah membaik. Dalam setahun ke depan, tingkat keyakinan masyarakat malah jauh lebih tinggi. Sebanyak 65% responden yakin keadaan ekonomi nasional setahun kedepan akan membaik dibanding sekarang.

Ini kata jajak pendapat lembaga survei. Lantas, bagaimana ekonom memandang perjalanan Indonesia tiga tahun terakhir di bawah Jokowi?

Beberapa ekonom yang dihubungi Tabloid KONTAN memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah di beberapa hal. Namun ekonom menilai melihat kekurangan yang perlu diperbaiki di sisa dua tahun masa kekuasaan Jokowi-JK.

Eric Alexander Sugandi, Chief Economist SKHA Institute for Global Competitiveness dan Lana Soelistianingsih, Ekonom Samuel Aset Manajemen mencatat beberapa poin positif yang diraih pemerintah sementara ini.

Keduanya sepakat, percepatan pembangunan infrastruktur merupakan hal yang perlu diapresiasi dari pemerintah saat ini. Walaupun sebagian proyek merupakan kelanjutan dari rezim pemerintahan yang berkuasa sebelumnya.

Begitu mulai beroperasi, proyek-proyek infrastruktur itu akan mulai mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Poin kedua yang disorot Lana dan Eric soal perubahan politik anggaran dengan menggeser sebagian belanja subsidi energi ke belanja produktif. Salah satunya infrastruktur.

Garis kebijakan ini secara konsisten masih terjaga. “Dampaknya, tekanan ke inflasi akibat kenaikan harga BBM tidak sebesar dengan mekanisme yang digunakan pemerintah sebelumnya,” ujar Eric.

Dus, tingkat inflasi di Indonesia hingga sekarang masih terjaga. “Pemerintah juga sudah banyak belajar mengendalikan inflasi. Tidak seperti dua tahun sebelumnya, lebaran tahun ini harga-harga sudah relatif bisa dikendalikan,” imbuh Lana.


Reporter Arsy Ani Sucianingsih, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor Mesti Sinaga

EVALUASI KINERJA JOKOWI

Feedback   ↑ x
Close [X]