kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.092
  • SUN98,38 -0,17%
  • EMAS600.960 -1,65%
  • RD.SAHAM 0.66%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%
FOKUS /

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (1)

Selasa, 06 Maret 2018 / 14:14 WIB

Ada borok di tubuh induk BUMN Keuangan (1)
ILUSTRASI. Ilustrasi Opini - Super-holding untuk Penguatan BUMN

Rencana ini paling tidak sudah muncul sejak pertengahan tahun lalu. Namun, sepertinya baru bisa direalisasikan tahun ini. “Semoga tahun ini rencana pembentukan anak usaha tersebut bisa berjalan sesuai dengan rencana,” kata Mahelan Prabantarikso, Direktur Risk Strategic and Compliance BTN.

Belum jelas benar berapa persen saham duo Danareksa tersebut yang bakal diambilalih oleh BTN. Yang pasti, bank yang fokus di properti tersebut sudah menganggarkan dana hingga Rp 700 miliar untuk menggenjot pertumbuhan anorganik pada tahun ini.

Konsolidasi serupa juga dilakoni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) dengan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Malah, bisa dibilang pergerakannya lebih cepat ketimbang konsolidasi antara BTN dengan dua anak usaha Danareksa.

Pada November tahun lalu, BRI sudah menyelesaikan proses akuisisi 35% saham PT Bahana Artha Ventura. Aksi ini diawali dengan perjanjian awal yang diteken pada 9 November 2017. Skemanya melalui private placement atau penerbitan saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Tak cukup menjadi pemegang saham, BRI terus bergerak mengincar kepemilikan mayoritas di Bahana Artha Ventura. Targetnya, tahun ini bank tersebut bisa menguasai 65% hingga 70% saham Bahana Artha Ventura.

“Kami ingin menjadi pemegang saham mayoritas supaya bisa menerapkan strategi dan mengangkat direksi,” kata Haru Koesmahargyo, Direktur Keuangan BRI.

Wajar jika BRI ingin menjadi pengendali Bahana Artha Ventura. Bisnis utama mereka menyalurkan kredit untuk segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Setali tiga uang, Bahana Artha Ventura sejak awal didirikan memang sudah diarahkan untuk menyasar segmen UMKM.

Fokus ke bisnis inti

Bagi BRI, Bahana Artha Ventura menjadi modal penting untuk memperlebar pasar UMKM. Terutama, segmen yang feasible secara bisnis namun belum bankable di mata perbankan.

Bukan cuma Bahana Artha Ventura yang diincar BRI. Bank tersebut juga menyimpan hasrat untuk mengambilalih

PT Bahana Sekuritas dari tangan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI). Yang santer digadang-gadang adalah PT Bahana Sekuritas. Cuma, sejauh ini belum ada informasi perkembangan terbaru terkait rencana tersebut.

Persiapan holding tidak cuma sebatas akuisisi anak-anak BUMN. Fokus bisnis BUMN sejenis di dalam holding juga bakal ditegaskan ulang.

Agar tidak saling makan, sejak jauh-jauh hari Kementerian BUMN juga sudah membagi tugas untuk empat bank negara. Tugas utamanya tidak jauh-jauh dari bisnis utama mereka masing-masing selama ini.

Bank BTN misalnya, bakal difokuskan sebagai bank untuk perumahan. BRI seperti yang sudah dilakoninya saat ini, bakal memfokuskan diri menggarap sektor UMKM.

Sementara Bank BNI akan bermain di ranah consumer. Sedangkan Bank Mandiri diarahkan lebih fokus ke sektor korporasi.

Agar lebih solid, urusan pengelolaan infrastruktur anjungan tunai mandiri (ATM) dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diserahkan kepada PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN). Secara bertahap perusahaan switching itu mengoperasikan jaringan ATM milik empat bank pelat merah di bawah bendera Link.

Mesin electronic data capture (EDC) milik keempat bank juga bakal dikelola oleh Jalin Pembayaran Nusantara. Targetnya, tahun ini seluruh infrastruktur pembayaran tersebut sudah berada dalam pengelolaan Jalin.

Oh ya, PT Jalin Pembayaran Nusantara yang mengoperatori infrastruktur ATM Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) juga ada di dalam struktur holding. Berdasar data KONTAN, posisinya ditempatkan sebagai anak usaha Danareksa.

Jalin Pembayaran Nusantara termasuk salah satu kisah sukses konsolidasi demi menyongsong holding. Awalnya, perusahaan ini sepenuhnya dimiliki PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Namun belakangan Telkom melepas anak usahanya itu guna menyokong holding perbankan dan jasa keuangan.

Bank-bank pelat merah pun tampak solid mendukung eksistensi dan operasional Jalin Pembayaran Nusantara. Peralihan pengelolaan infrastruktur ribuan mesin ATM secara bertahap bisa dibilang berjalan mulus.


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih, Galvan Yudistira, Ragil Nugroho, Tedy Gumilar
Editor: Mesti Sinaga

HOLDING BUMN

Komentar
TERBARU

KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0021 || diagnostic_api_kanan = 0.0443 || diagnostic_web = 0.2279

Close [X]
×