kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?

Jumat, 25 Mei 2018 / 20:35 WIB

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?

Hingga akhirnya, OJK membekukan kegiatan usaha SNP Finance pada 14 Mei 2018. Pembekuan kegiatan usaha SNP Finance ditetapkan melalui Surat Deputi Komisioner Pengawas IKNB II Nomor S-247/NB.2/2018 tanggal 14 Mei 2018 tentang Pembekuan Kegiatan Usaha PT Sunprima Nusantara Pembiayaan.

Sebelum dibekukan, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan (POJK 29/2014), SNP Finance telah dikenakan sanksi peringatan pertama hingga peringatan ketiga, karena tidak memenuhi ketentuan pasal 53 POJK 29/2014. Dalam aturan itu disebutkan, perusahaan pembiayaan dalam melakukan kegiatan usahanya dilarang menggunakan informasi yang tidak benar, yang dapat merugikan kepentingan debitur, kreditur, dan pemangku kepentingan termasuk OJK.

Deputi Komisioner Manajemen Strategis dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan tertulis Jumat (18/5), mengatakan, sanksi pembekuan kegiatan usaha kepada SNP Finance karena perusahaan belum menyampaikan keterbukaan informasi kepada seluruh kreditur dan pemegang MTN sampai  berakhirnya batas waktu sanksi peringatan ketiga.

"Dengan dibekukannya kegiatan maka perusahaan dilarang melakukan kegiatan usaha pembiayaan. Dalam hal sebelum berakhirnya jangka waktu pembekuan kegiatan usaha, apabila SNP Finance tetap melakukan kegiatan usaha pembiayaan, OJK dapat langsung mengenakan sanksi pencabutan izin usaha," kata Anto dalam keterangan resmi.

Di samping itu, OJK juga telah mengambil langkah-langkah pengawasan (mandatory supervisory actions) dengan melarang perusahaan mengambil keputusan dan atau melakukan tindakan yang dapat memperburuk kondisi keuangan perusahaan. Pertama, menggunakan dana keuangan perusahaan dan atau melakukan transaksi keuangan yang tidak wajar.

Kedua, menambah penerbitan surat utang dalam bentuk apapun termasuk MTN. Ketiga, mengambil tindakan dan atau perbuatan hukum yang memperburuk kondisi Perusahaan. Keempat, melakukan pergantian pengurus perusahaan tanpa persetujuan OJK.

Selain langkah pengawasan, lanjut Anto, OJK juga akan terus meminta pemegang saham pengendali dan pengurus yang bertanggung jawab untuk melakukan langkah-langkah konkrit yang realistis serta fully committed terhadap kewajiban-kewajiban kepada kreditur dan masyarakat pemegang MTN.

Gelagat negatif

Sejatinya, Rabu (23/5), SNP Finance menggelar Rapat Umum Pemegang MTN (RUPMTN) di Gedung BNI, Jakarta. Namun, SNP hanya mengutus kuasa hukum untuk menemui para pemegang MTN. Begitu pula, BNI sebagai agen pemantau dan agen jaminan, tidak menghadirkan direksi.

Alhasil, investor MTN sama sekali tidak mendapatkan kejelasan mengenai kondisi keuangan SNP Finance, yang menyebabkan perusahaan tersebut tidak membayarkan kupon sesuai jadwal. "Mereka tidak mampu menjawab pertanyaan kami mengenai analisa keuangan SNP Finance seperti apa kondisinya," kata Andi usai RUPTMN, Rabu (23/5).

Padahal, pada pengumuman di laman Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Rabu (16/5), ada dua agenda RUPMTN. Pertama, penjelasan kondisi keuangan SNP dan informasi adanya gugatan pailit terhadap perusahaan dan permohonan PKPU, serta langkah-langkah yang akan diambil terkait tanggung jawab SNP terhadap pemegang MTN. Kedua, penunjukkan konsultan hukum yang akan mewakili pemegang MTN dalam proses PKPU.


Reporter: Anggar Septiadi, Dupla Kartini, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Umi Kulsum
Editor: Dupla Kartini

0

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0655 || diagnostic_web = 0.2917

Close [X]
×