kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.619
  • EMAS590.870 -0,68%

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?

Jumat, 25 Mei 2018 / 20:35 WIB

Ada apa di balik gagal bayar MTN SNP Finance?

Benar saja, usai bertemu OJK, salah seorang pemegang MTN yang enggan disebutkan identitasnya, mengungkapkan, memang ada temuan laporan keuangan yang fiktif dan tidak sinkron.

"Kami akan polisikan saja. Masalahnya, ternyata laporan keuangan pun fiktif dan tidak sinkron antara OJK, akuntan publik dan perusahaan," ungkap pemegang MTN SNP Finance senilai Rp 1 miliar itu kepada Kontan.co.id, Kamis (24/5).

Dia juga bilang, OJK sebetulnya telah melarang SNP Finance untuk menerbitkan surat utang lebih lanjut, namun hal tersebut tidak diindahkan oleh perusahaan.

Tah hanya SNP, dia mengungkapkan, pihak BNI turut andil dalam perkara ini. "Sebetulnya dia (BNI) sudah dengar OJK melarang SNP Finance untuk terbitin MTN, tapi nyatanya BNI sebagai agen pemantau dan agen jaminan masih memperbolehkan," terangnya.

Sayang, BNI irit bicara mengenai gagal bayar ini. Sekretaris Perusahaan BNI Ryan Kriyanto mengatakan, dalam kasus ini pihaknya hanya bertindak sebagai agen pemantau aksi korporasi itu. Dus, BNI tidak bertanggung jawab untuk membayar bunga dua MTN SNP Finance yang gagal bayar.

Ryan juga mengklaim, dalam pelaksanaan tugasnya sebagai agen pemantau, BNI sudah menggelar RUPMTN pada 23 Mei 2018 lalu. "BNI dalam hal ini hanya bertindak  sebagai agen pemantau, memastikan bahwa hal ini berjalan lancar," katanya di Jakarta, Kamis (24/5).

Menampik kecolongan

Sebelumnya, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin menegaskan, terkait gagal bayar MTN bukan menjadi kewenangan OJK, melainkan  pihak terkait seperti SNP Finance, investor, akuntan publik yang mengaudit, agensi rating dan bank pengawas. “Penerbitan MTN dan bond itu izinnya itu tidak dari OJK, tetapi dari pasar modal,” katanya, Selasa (21/5).

Ihsanuddin juga menampik pihaknya kecolongan pada kasus gagal bayar SNP Finance. Menurutnya, OJK sudah mengambil langkah yang tepat. Apalagi, perusahaan tersebut sudah menerbitkan MTN sejak awal tahun 2017, tapi alpa melaporkan penerbitan itu kepada tim pengawas OJK.

Alhasil, pada Desember 2017, OJK langsung memeriksa dan mengaudit kinerja SNP Finance. Audit ini dibantu tim Kementerian Keuangan, agensi rating dan akuntan publik, untuk membedah kinerja SNP Finance. Pada 3 April 2018, OJK sudah mengirim surat peringatan kepada SNP Finance agar tidak lagi menerbitkan obligasi. Namun, peringatan itu tidak diindahkan.


Reporter: Anggar Septiadi, Dupla Kartini, Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang, Umi Kulsum
Editor: Dupla Kartini

0

TERBARU
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0767 || diagnostic_web = 0.3529

Close [X]
×